SEPTIANI, KHOFIFAH MAHDAH (2026) EFEKTIVITAS PENERAPAN QUARTER PRONE POSITIONING TERHADAP STATUS FISIOLOGIS DAN TINGKAT KENYAMANAN PADA NEONATUS YANG TERPASANG CPAP DI RUANG NICU RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO = THE EFFECTIVENESS OF QUARTER PRONE POSITIONING ON PHYSIOLOGICAL STATUS AND COMFORT LEVELS IN NEONATES UNDERGOING CPAP IN THE NICU AT DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO GENERAL HOSPITAL. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R014242076-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 September 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Neonatus dengan Respiratory Distress yang menggunakan ventilasi noninvasif CPAP sering mengalami ketidakstabilan fisiologis dan ketidaknyamanan akibat posisi yang kurang optimal. Manajemen posisi tubuh (therapeutic positioning) diketahui dapat mempengaruhi mekanika paru dan oksigenasi, namun penerapannya belum maksimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan posisi Quarter Prone terhadap stabilitas status fisiologis (frekuensi nadi, napas, saturasi oksigen) dan tingkat kenyamanan pada neonatus yang terpasang CPAP. Metode: Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif (descriptive case study) dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek penelitian berjumlah 3 (tiga) neonatus dengan diagnosis gangguan napas yang dirawat di Ruang NICU RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Intervensi dilakukan dengan mengubah posisi subjek dari Supine menjadi Quarter Prone (miring 30-45 derajat dengan penyangga) selama 30-60 menit. Pengukuran dilakukan terhadap status fisiologis yang meliputi frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen, serta tingkat kenyamanan menggunakan instrumen Anderson Behavioral State Scale (ABSS). Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan nilai pre-intervensi dan postintervensi. Hasil: Hasil observasi selama 2 hari menunjukkan adanya perbaikan klinis pada ketiga subjek. Terjadi penurunan frekuensi napas (respiratory rate) dari kondisi takipnea menjadi eupnea, serta stabilisasi frekuensi nadi dalam rentang normal. Saturasi oksigen (SpO2) tetap stabil pada nilai optimal (>92%) tanpa kejadian desaturasi. Skor kenyamanan menggunakan Anderson Behavioral State Scale (ABSS) menunjukkan perbaikan kualitas tidur, dimana subjek beralih dari fase tidur ringan (light sleep) atau bangun aktif menjadi fase tidur dalam (deep sleep) atau bangun tenang pasca-intervensi. Kesimpulan: Posisi Quarter Prone efektif dalam menurunkan usaha napas, menjaga stabilitas oksigenasi, dan meningkatkan kenyamanan fisik neonatus. Posisi ini direkomendasikan sebagai intervensi mandiri keperawatan yang aman bagi neonatus dengan CPAP.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Quarter Prone, CPAP, Status Fisiologis, Kenyamanan, Neonatus |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Profesi Keperawatan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 05:48 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 05:48 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58277 |
