NUGRAHA, RESKI PUTRI (2026) EVALUASI IMPLEMENTASI THERMOTERAPI (KOMPRES HANGAT) TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS STEMI DI RUANG CARDIOVASCULAR CARE UNIT RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO = EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF THERMOTHERAPY (WARM COMPRESS) ON PAIN REDUCE IN PATIENTS DIAGNOSED WITH STEMI IN CARDIOVASCULAR CARE UNIT OF RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R014242075-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 September 2028.
Download (878kB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang: ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan sindrom koroner akut dengan nyeri dada hebat dan risiko mortalitas tinggi; nyeri yang tidak terkontrol dapat memperberat iskemia dan menurunkan kenyamanan pasien. Intervensi non-farmakologis seperti thermoterapi (kompres hangat) berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri, namun penerapannya pada pasien STEMI di ruang CVCU masih jarang dipaparkan dalam laporan kasus keperawatan. Tujuan: Mengevaluasi pengaruh thermoterapi terhadap penurunan nyeri pada pasien dengan STEMI di ruang CVCU RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Metode: Studi kasus pada satu pasien laki-laki usia 58 tahun dengan STEMI extensive anterior Post Primary Percutaneous Coronary Intervention (pPCI) yang dirawat di CVCU. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10 sebelum dan sesudah pemberian thermoterapi berupa kompres hangat selama 15–20 menit dengan frekuensi 1–2 kali per hari. Data skala nyeri dan tanda vital pasien dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Skor nyeri sebelum intervensi pada pasien ini tercatat sebesar 3/10 dan 2/10, yang kemudian menurun menjadi 2/10 dan 1/10 setelah pemberian thermoterapi pada hari pertama dan kedua perawatan. Penurunan sebesar satu poin pada setiap pengukuran menunjukkan adanya perbaikan subjektif intensitas nyeri setelah intervensi. Selama pelaksanaan thermoterapi, tanda vital pasien terpantau stabil dan tidak ditemukan perubahan hemodinamik yang bermakna. Pasien juga melaporkan sensasi dada terasa lebih ringan, keluhan nyeri berkurang, serta kualitas istirahat dan tidur yang lebih baik tanpa adanya keluhan efek samping lokal. Kesimpulan: Pada kasus ini, thermoterapi berupa kompres hangat menunjukkan potensi manfaat dalam membantu menurunkan intensitas nyeri dada pada pasien STEMI yang stabil di ruang CVCU. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari manajemen nyeri keperawatan nonfarmakologis yang bersifat komplementer terhadap terapi farmakologis standar, dengan tetap memperhatikan kondisi klinis dan stabilitas hemodinamik pasien.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | STEMI, nyeri dada, thermoterapi, kompres hangat, Numeric Rating Scale, CVCU. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Profesi Keperawatan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 05:46 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 05:46 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58276 |
