PENERAPAN TERAPI THOUGHT STOPPING UNTUK MENGONTROL HALUSINASI DENGAN SKIZOFRENIA: STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH (RSKD) DADI PROVINSI SULAWESI SELATAN = IMPLEMENTATION OF THOUGHT STOPPING THERAPY TO CONTROL HALLUCINATIONS IN SCHIZOPHRENIA: A CASE STUDY AT THE DADI REGIONAL SPECIAL HOSPITAL (RSKD), SOUTH SULAWESI PROVINCE


AZZAHRA, NURUL AFIZATUL (2026) PENERAPAN TERAPI THOUGHT STOPPING UNTUK MENGONTROL HALUSINASI DENGAN SKIZOFRENIA: STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH (RSKD) DADI PROVINSI SULAWESI SELATAN = IMPLEMENTATION OF THOUGHT STOPPING THERAPY TO CONTROL HALLUCINATIONS IN SCHIZOPHRENIA: A CASE STUDY AT THE DADI REGIONAL SPECIAL HOSPITAL (RSKD), SOUTH SULAWESI PROVINCE. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of R014242047-fulll.pdf] Text
R014242047-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 September 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat kompleks yang ditandai dengan distorsi pikiran dan persepsi, di mana manifestasi klinis yang paling sering muncul adalah halusinasi pendengaran. Salah satu intervensi non-farmakologis untuk membantu pasien mengontrol halusinasi secara mandiri adalah terapi thought stopping (penghentian pikiran) Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan mengevaluasi efektivitas terapi penghentian pikiran dalam mengendalikan halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di RSKD Dadi, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien kelolaan di ruang perawatan jiwa. Intervensi dilakukan secara bertahap meliputi terapi generalis selama 4 hari, dilanjutkan dengan terapi thought stopping selama 4 hari dengan pendekatan progresif (suara keras, suara normal, berbisik, hingga di dalam hati). Instrumen evaluasi yang digunakan adalah Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) dan lembar observasi tanda dan gejala berbasis SDKI Hasil: Setelah pemberian intervensi, terjadi penurunan skor AHRS yang signifikan dari 23 (kategori halusinasi berat) menjadi 13 (kategori halusinasi sedang). Observasi tanda dan gejala juga menunjukkan penurunan dari sembilan gejala pada hari pertama menjadi hanya satu gejala residual (mondar-mandir) pada hari keempat. Pasien menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menghentikan pikiran negatif yang memicu halusinasi secara mandiri. Kesimpulan: Penerapan terapi thought stopping efektif dalam menurunkan tingkat keparahan halusinasi dan membantu pasien skizofrenia mengontrol gangguan persepsi sensori mereka secara otonom.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Skizofrenia, Halusinasi Pendengaran, Thought Stopping.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Profesi Keperawatan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 28 Sep 2026 03:31
Last Modified: 28 Sep 2026 03:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58272

Actions (login required)

View Item
View Item