Hubungan Suhu Udara dan Kelembapan Relatif dengan Kelimpahan Larva–Pupa Aedes sp. di Wilayah Sub-Urban Kota Makassar


FIRYAL, MELIA RATU (2026) Hubungan Suhu Udara dan Kelembapan Relatif dengan Kelimpahan Larva–Pupa Aedes sp. di Wilayah Sub-Urban Kota Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K011221142-fulll.pdf] Text
K011221142-fulll.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of K011221194-fulll.pdf] Text
K011221194-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (18MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan penting di Indonesia, termasuk di Kota Makassar. Keberadaan vektor Aedes sp. dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya iklim mikro berupa suhu udara dan kelembapan relatif. Wilayah sub-urban penting dikaji karena menjadi ruang peralihan antara kawasan perkotaan dan pinggiran yang mengalami perubahan penggunaan lahan, perkembangan permukiman, serta variasi mikrohabitat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan suhu udara dan kelembapan relatif dengan kelimpahan larva-pupa Aedes sp. pada wilayah sub-urban Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional pada 107 rumah di Kelurahan Minasa Upa, Kassi-Kassi, dan Malimongan. Suhu udara dan kelembapan relatif diukur selama 24 jam, sedangkan kelimpahan larva-pupa ditentukan berdasarkan hasil penghitungan larva-pupa pada kontainer. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan analisis spasial dengan metode Inverse Distance Weighting (IDW). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi iklim mikro antar kelurahan. Kelurahan Kassi-Kassi cenderung memiliki suhu udara lebih tinggi, sedangkan Kelurahan Minasa Upa memiliki suhu yang lebih rendah dengan kelembapan relatif lebih tinggi. Kelurahan Malimongan menunjukkan kondisi suhu dan kelembapan yang relatif lebih stabil. Hasil uji Spearman menunjukkan bahwa suhu udara maupun kelembapan relatif, baik minimum, rata-rata, maupun maksimum, tidak berhubungan signifikan dengan kelimpahan larva-pupa Aedes sp. (p > 0,05). Analisis spasial juga menunjukkan bahwa sebaran larva-pupa tidak mengikuti zona suhu atau kelembapan tertentu, melainkan lebih bersifat lokal pada rumah-rumah tertentu. Kesimpulan: Suhu udara dan kelembapan relatif tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kelimpahan larva-pupa Aedes sp. pada wilayah sub-urban Kota Makassar. Kelimpahan larva-pupa lebih mungkin dipengaruhi oleh karakteristik habitat perindukan dan pengelolaan wadah air di tingkat rumah tangga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 28 Sep 2026 01:45
Last Modified: 28 Sep 2026 01:45
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58239

Actions (login required)

View Item
View Item