PENDEKATAN GEOSTATISTIK UNTUK ESTIMASI SUMBER DAYA NIKEL LATERIT (STUDI KASUS: HILL Y PT CITRA LAMPIA MANDIRI LUWU TIMUR)


LA MADI, LA MADI (2025) PENDEKATAN GEOSTATISTIK UNTUK ESTIMASI SUMBER DAYA NIKEL LATERIT (STUDI KASUS: HILL Y PT CITRA LAMPIA MANDIRI LUWU TIMUR). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of H061211016-0eug8Lc1UQClBKXW-20250825114137.png] Image
H061211016-0eug8Lc1UQClBKXW-20250825114137.png

Download (104kB)
[thumbnail of H061211016-1-2.pdf] Text
H061211016-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of H061211016-dp.pdf] Text
H061211016-dp.pdf

Download (204kB)
[thumbnail of H061211016-fulllll.pdf] Text
H061211016-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Dalam kegiatan pertambangan, sebelum melakukan kegiatan eksploitasi penting dilakukan eksplorasi terlebih dahulu untuk mengetahui sumber daya pada lokasi yang akan dilakukan penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi sumber daya nikel laterit pada Hill Y PT Citra Lampia Mandiri di Kabupaten Luwu Timur menggunakan pendekatan geostatistik, yakni metode Inverse Distance Weighting (IDW) dan Ordinary Kriging (OK). Selain itu, penelitian ini juga menganalisis pengaruh topografi terhadap sebaran endapan residu nikel laterit serta membandingkan hasil estimasi dari kedua metode untuk memperoleh tingkat keyakinan yang tinggi terhadap hasil estimasi. Hasil estimasi menunjukkan bahwa pada zona limonite, volume yang diperoleh dengan metode IDW sebesar 406.184 BCM dengan kadar rata-rata Ni 0.95%, sedangkan metode OK menghasilkan 430.013 BCM dengan kadar rata-rata Ni 0.94%. Pada zona saprolite, metode IDW menghasilkan volume 399.728 BCM dengan kadar Ni 1.35%, sedangkan dengan menggunakan metode OK sebesar 401.206 BCM dengan kadar Ni 1.31%. Visualisasi sebaran endapan menunjukkan bahwa akumulasi nikel laterit cenderung menebal pada daerah dengan morfologi landai (kemiringan 0–15%) dan menipis pada daerah dengan kemiringan agak curam (15–30%). Perbandingan hasil kedua metode memperlihatkan adanya selisih yang relatif kecil, yakni sebesar 23.829 BCM atau sebesar 6% pada lapisan limonite dan 1.478 BCM atau sebesar 0.3% pada lapisan saprolite. Hal ini mengindikasikan bahwa estimasi yang dilakukan cukup baik. Secara umum, metode OK menghasilkan volume ore yang lebih besar dibandingkan IDW karena mempertimbangkan struktur spasial dan memberikan penyebaran kadar yang lebih merata, sehingga lebih banyak blok yang mencapai cut off grade. Meskipun kadar Ni pada metode IDW cenderung lebih tinggi, hasil estimasi OK lebih representatif dalam menggambarkan sebaran endapan nikel laterit di lokasi penelitian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 26 Sep 2026 07:38
Last Modified: 26 Sep 2026 07:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58210

Actions (login required)

View Item
View Item