RAMADHANI, FAHREZA SYAHRUL (2026) KOMUNIKASI POLITIK BERBASIS SENI: ANALISIS DISKURSUS KETIDAKPERCAYAAN DALAM LIRIK LAGU MOSI TIDAK PERCAYA KARYA EFEK RUMAH KACA TERHADAP PARLEMEN INDONESIA = ART-BASED POLITICAL COMMUNICATION: DISCOURSE ANALYSIS OF DISTRESS IN THE LYRICS OF THE SONG "MOTION OF NO CONFIDENCE" BY THE GREENHOUSE EFFECT ON THE INDONESIAN PARLIAMENT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
E041221032-240dZqcpCQ8jOH9S-20260420111015.jpg
Download (335kB)
E041221032-1-2.pdf
Download (360kB)
E041221032-dp.pdf
Download (122kB)
E041221032-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 September 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
FAHREZA SYAHRUL RAMADHANI Komunikasi Politik Berbasis Seni: Analisis Diskursus Ketidakpercayaan dalam Lirik Lagu Mosi Tidak Percaya Karya Efek Rumah Kaca terhadap Parlemen Indonesia (dibimbing oleh Endang Sari). Latar Belakang. Media seni, khususnya musik, telah lama menjadi instrumen strategis untuk menyuarakan realitas sosial dan perlawanan politik. Di Indonesia, Efek Rumah Kaca (ERK) muncul sebagai aktor politik kultural yang konsisten melalui lirik-lirik kritis. Lagu "Mosi Tidak Percaya" merepresentasikan defisit kepercayaan publik terhadap lembaga parlemen (DPR) yang dianggap gagal menjalankan fungsi representasi. Fenomena ini menarik untuk dikaji melalui mekanisme komunikasi politik non-formal di mana istilah hukum-parlementer dialihkan menjadi bahasa protes rakyat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dan politik dari lirik lagu "Mosi Tidak Percaya" dalam kerangka komunikasi politik berbasis seni serta mengevaluasi bagaimana musik memengaruhi kesadaran kritis publik terhadap representasi parlemen Indonesia. Metode. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi lirik, studi pustaka, observasi digital, dan wawancara mendalam terhadap informan di Kota Makassar (akademisi, mahasiswa, aktivis, dan fanbase ERK). Analisis data menggunakan model tiga dimensi Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough (Teks, Praktik Diskursif, Praktik Sosial) dan Teori Persepsi Politik Dan Nimmo. Hasil. Analisis level mikro (teks) menunjukkan penggunaan diksi seperti "alibi", "ciderai", dan "perdaya" yang mendelegitimasi otoritas moral parlemen. Analisis level meso (praktik diskursif) mengidentifikasi kemandirian ERK sebagai musisi independen yang memungkinkan produksi wacana tanpa sensor industri. Analisis level makro (praktik sosial) menegaskan bahwa lagu ini berfungsi sebagai "ruang publik alternatif" dan "parlemen simbolik" yang mengonsolidasikan kemarahan kolektif menjadi energi perlawanan dalam aksi demonstrasi. Kesimpulan. Komunikasi politik berbasis seni melalui lagu "Mosi Tidak Percaya" efektif dalam mentransformasikan ketidakpuasan individu menjadi kesadaran kritis kolektif. Musik berhasil merampas instrumen bahasa elit untuk memberikan agensi politik bagi rakyat di luar mekanisme formal demokrasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Komunikasi Politik, Efek Rumah Kaca, Analisis Wacana Kritis, Parlemen, Kesadaran Publik. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 05:44 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 05:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58187 |
