RAMADANI, BESSE CITRA (2026) Pendugaan parameter genetik karakter morfofisiologis galur-galur jagung pada lahan cekaman kemasaman tanah = Estimation of genetic parameters of morphophysiological traits of corn lines in soil acidity-stressed soils. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G011221053-vFW29SBzeprnfdUE-20260609141418.jpeg
Download (120kB)
G011221053-1-2.pdf
Download (117kB)
G011221053-dp.pdf
Download (69kB)
G011221053-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
BESSE CITRA RAMADANI (G011221053). Pendugaan parameter genetik karakter morfofisiologis galur-galur jagung pada lahan cekaman kemasaman tanah (dibimbing oleh Muhammad Azrai). Latar Belakang. Tanah masam merupakan salah satu kendala dalam budidaya jagung karena ketersediaan unsur hara yang rendah serta potensi toksisitas aluminium yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan produktivitas. Tujuan. Untuk mengetahui keragaman karakter agronomi, fisiologis, komponen hasil, serta hubungan antar karakter terhadap produktivitas pada beberapa galur jagung yang ditanam pada kondisi tanah masam. Metode. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm Lahan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 33 galur yang menjadikannya 33 plot setiap ulangan sehingga terdapat 66 plot percobaan.Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam, dilanjutkan dengan uji BNJ 0,05, analisis heritabilitas, serta analisis korelasi antar karakter. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa karakter vegetatif dan komponen hasil menunjukkan perbedaan nyata antar genotipe. Galur g26 menunjukkan performa vegetatif terbaik dengan nilai pada parameter tinggi tanaman 179,90 cm, tinggi letak tongkol 81,20 cm, diameter batang 19,82 mm, dan panjang daun 81,40 cm. Galur g21 menunjukkan performa komponen hasil tertinggi dengan jumlah biji perbaris 35,00 biji, bobot tongkol kupasan 1102,5 g, panjang tongkol 17,42 cm, dan diameter tongkol 45,79 mm. Analisis korelasi menunjukkan bahwa karakter tinggi tanaman, tinggi letak tongkol, panjang daun, diameter tongkol, panjang tongkol, jumlah biji per baris, bobot biji, bobot tongkol kupasan, dan bobot 1000 biji berkorelasi sangat nyata dengan produktivitas. Kesimpulan. Galur g26 menunjukkan karakter morfofisiologis yang mendukung adaptasi pada tanah masam, meliputi tinggi tanaman, tinggi letak tongkol, panjang daun, diameter batang, panjang bukaan stomata, diameter tongkol, bobot biji, dan produktivitas. Galur g21 menunjukkan komponen hasil terbaik melalui jumlah biji per baris, bobot tongkol kupasan, dan panjang tongkol tertinggi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | cekaman; galur: jagung; masam: morfofisiologis. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 07:31 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 07:31 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58178 |
