Proyeksi Risiko Pajanan Besi Nitrit dan Nitrat pada Air Minum Isi Ulang di Pulau Barrang Lompo Kota Makassar


KURNIAWAN, NANANG (2025) Proyeksi Risiko Pajanan Besi Nitrit dan Nitrat pada Air Minum Isi Ulang di Pulau Barrang Lompo Kota Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K011201173-oz3Ya9cfb2pDZwsS-20251007123027.jpg] Image
K011201173-oz3Ya9cfb2pDZwsS-20251007123027.jpg

Download (279kB)
[thumbnail of K011201173-1-2.pdf] Text
K011201173-1-2.pdf

Download (981kB)
[thumbnail of K011201173-dp.pdf] Text
K011201173-dp.pdf

Download (289kB)
[thumbnail of K011201173-fulllll.pdf] Text
K011201173-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

NANANG KURNIAWAN. Proyeksi Risiko Pajanan Besi, Nitrit, dan Nitrat pada Air Minum Isi Ulang di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar (dibimbing oleh Agus Bintara Birawida dan Ruslan). Latar Belakang: Wilayah kepulauan seperti Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar, menghadapi tantangan besar dalam penyediaan air minum bersih. Potensi cemaran logam dan senyawa kimia seperti besi (Fe), nitrit (NO₂⁻), dan nitrat (NO₃⁻) dapat menimbulkan risiko kesehatan apabila melebihi ambang batas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis proyeksi konsentrasi ketiga parameter tersebut dengan pendekatan deterministik berbasis retensi–fraksi pada sistem filtrasi reverse osmosis (RO). Metode: Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dan proyeksi risiko. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified sampling pada 242 responden serta 3 sampel air depot. Hasil: Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi maksimal 0,0076 mg/L untuk besi, 0,188 mg/L untuk nitrat, dan 7,10 mg/L untuk nitrit. Analisis risiko aktual menunjukkan nilai Risk Quotient (RQ) seluruh parameter < 1, sehingga belum menimbulkan risiko kesehatan langsung. Namun, proyeksi risiko memperlihatkan pola berbeda: RQ besi tetap aman, sedangkan RQ nitrit melampaui ambang batas sejak tahun 2026 dengan potensi risiko pada sebagian responden, sementara RQ nitrat meningkat tajam dan menimbulkan risiko pada mayoritas responden hingga akhir periode proyeksi. Kesimpulan: Paparan besi melalui air minum masih aman, namun proyeksi menunjukkan potensi risiko signifikan dari nitrit dan terutama nitrat. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan berkelanjutan dan strategi pengendalian sumber pencemar untuk melindungi kesehatan masyarakat di masa mendatang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 26 Sep 2026 05:06
Last Modified: 26 Sep 2026 05:06
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58158

Actions (login required)

View Item
View Item