A.BALI, NURAHMA AZIZAH (2025) Hubungan Pengetahuan, Praktik Personal Hygiene, Dan Pola Asuh Pemberian Makan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Balangnipa Tahun 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011211009-aST67ovskfBE8uJX-20250901111357.jpg
Download (365kB)
K011211009-1-2.pdf
Download (778kB)
K011211009-dp.pdf
Download (556kB)
K011211009-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Stunting merupakan permasalahan gizi serius dengan prevalensi global ialah 23,2% (WHO, 2024). Di Indonesia, prevalensi stunting berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024 ialah 19,8%, sementara prevalensi stunting di Provinsi Sulawesi Selatan adalah 23,2% sehingga masih menjadi permasalahan serius karena prevalensinya belum memenuhi standar WHO yaitu dibawah 20% untuk Sulawesi Selatan dan belum memenuhi target RPJMN 2020-2024 sebesar 14% untuk prevalensi nasional. Stunting dapat menyebabkan beberapa dampak negatif pada anak yaitu penurunan kecerdasan, terganggunya pertumbuhan dan perkembangan fisik, dan rendahnya kualitas kerja di masa depan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan, praktik personal hygiene dan pola asuh pemberian makan ibu dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Balangnipa. Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional, dilakukan sejak April – Mei 2025 di Puskesmas Balangnipa. Sampel penelitian berjumlah 94 responden yang dipilih menggunakan accidental sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner modifikasi dan kuesioner Parenting Style Dimensions Questionnaire (PSDQ). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil. Diperoleh hasil bahwa pengetahuan (p=0,013) dan pola asuh pemberian makan (p=0,005) mempunyai hubungan dengan kejadian stunting pada balita. Dan diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara personal hygiene (p=0,748) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan. Pengetahuan dan pola asuh pemberian makan mempunyai hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Adapun personal hygiene tidak mempunyai hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Disarankan kepada ibu balita untuk meningkatkan pengetahuan, memperbaiki praktik personal hygiene yang kurang baik, dan menerapkan pola asuh pemberian makan anak yang tepat untuk mencegah stunting.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 05:05 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 05:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58157 |
