ALIMUDDIN, M. RIZAM (2026) KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH PADA LAHAN KAKAO MONOKULTUR DAN AGROFORESTRI DI DESA MENDATTE KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG = ABUNDANCE AND DIVERSITY OF SOIL MACROFAUNA ON MONOCULTURE AND AGROFORESTRY COCOA LANDS IN MENDATTE VILLAGE, ANGGERAJA DISTRICT, ENREKANG REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G011201225-YyxP50cZi3bheRAo-20260506140024.jpg
Download (544kB)
G011201225-1-2.pdf
Download (1MB)
G011201225-dp.pdf
Download (747kB)
G011201225-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
M. RIZAM ALIMUDDIN. Kelimpahan dan Keanekaragaman Makrofauna Tanah Pada Lahan Kakao Monokultur dan Lahan Kakao Agroforestri di Desa Mendatte, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang (dibimbing oleh Risky Nurhikmayani) Latar belakang. Makrofauna berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah. Perbedaan sistem budidaya kakao memengaruhi kondisi tanah dan keberadaan makrofauna. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelimpahan dan keanekaragaman makrofauna tanah pada lahan kakao monokultur dan kakao agroforestri berbasis pala di Desa Mendatte, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Metode. Penelitian dilaksanakan pada Juli–November 2025 dengan metode eksplorasi melalui pengamatan langsung di lapangan. Pengambilan sampel makrofauna tanah dilakukan menggunakan metode hand sorting pada plot tanah berukuran berukuran panjang 30 cm x lebar 30 cm x kedalaman 30 cm, dengan lima titik pengamatan pada masing-masing lahan. Analisis tanah meliputi tekstur, pH, C-organik, dan N-total. Data dianalisis menggunakan kepadatan populasi dan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’). Hasil. Lahan kakao agroforestri menghasilkan kelimpahan dan keanekaragaman makrofauna tanah yang lebih tinggi dibandingkan lahan monokultur. Kepadatan populasi makrofauna tanah pada lahan agroforestri berkisar antara 111–333 individu/m³ dengan nilai keragaman 0,96–1,49, sedangkan pada lahan monokultur berkisar 74–222 individu/m³ dengan nilai keragaman 0,69–1,10. Lahan agroforestri juga memiliki pH tanah yang lebih stabil serta kandungan C-organik dan N-total yang lebih tinggi. Kesimpulan. Lahan agroforestri memiliki rata-rata jumlah jenis 3,40, jumlah individu 6,40, indeks keanekaragaman 1,13, dan kelimpahan populasi 237 individu/m³, sedangkan lahan monokultur memiliki rata-rata jumlah jenis 2,80, jumlah individu 4,00, indeks keanekaragaman 0,96, dan kelimpahan populasi 148 individu/m³. Nilai keanekaragaman pada kedua lahan termasuk kategori sedang, dengan kondisi tanah pada lahan agroforestri menunjukkan kandungan C-organik dan N-total yang lebih tinggi serta pH yang lebih stabil.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci Kakao, Agroforestri, Monokultur, Makrofauna Tanah, Keanekaragaman. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 04:44 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 04:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58145 |
