Irfandy Akbar, Alfian (2026) Keanekaragaman Makrofauna Tanah sebagai Bioindikator Kesuburan Tanah pada Lahan Budidaya Bawang Merah di Desa Pana Kabupaten Enrekang = Diversity of Soil Macrofauna as a Bioindicator of Soil Fertility in Shallot Cultivation Land in Pana Village, Enrekang Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G011191289-r9jQXWRxdkHu10Bb-20260611105239.jpg
Download (219kB)
G011191289-1-2.pdf
Download (2MB)
G011191289-dp.pdf
Download (42kB)
G011191289-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Makrofauna tanah berperan penting dalam dekomposisi bahan organik, perbaikan struktur tanah, aerasi, dan siklus hara, sehingga dapat digunakan sebagai bioindikator kesuburan tanah. Pada lahan budidaya bawang merah, pengelolaan lahan secara intensif berpotensi memengaruhi karakteristik tanah dan keberadaan makrofauna tanah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makrofauna tanah serta mengkaji hubungan antara keanekaragaman dan kelimpahan makrofauna tanah dengan karakteristik tanah pada lahan budidaya bawang merah di Desa Pana, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Metode. Penelitian menggunakan metode deskriptif-kuantitatif dengan teknik purposive sampling pada tiga lokasi dan tiga ulangan. Pengambilan sampel makrofauna tanah dilakukan menggunakan metode monolit tanah berukuran 30 × 30 cm pada kedalaman 0–30 cm, kemudian disortir dengan metode hand sorting. Parameter tanah yang dianalisis meliputi pH, C-organik, dan kadar air. Struktur komunitas dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener (H’), Simpson (D), dan Pielou (E), sedangkan hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil. Ditemukan 12 jenis makrofauna tanah dengan total 97 individu, yang umumnya berada pada kedalaman 0–20 cm. Nilai H’ tergolong rendah hingga sedang, D rendah hingga sedang, dan E tinggi. C-organik memiliki hubungan positif kuat dan sangat signifikan terhadap H’ (ρ = 0,83; p = 0,005) dan jumlah individu (ρ = 0,85; p = 0,003). pH tanah berhubungan negatif tetapi tidak signifikan terhadap H’ dan jumlah individu. Kadar air berhubungan positif terhadap jumlah individu dan signifikan secara statistik (ρ = 0,69; p = 0,038). Pembahasan. C-organik menjadi faktor yang paling berhubungan dengan makrofauna tanah karena berperan sebagai sumber energi dan pendukung habitat. Kesimpulan. Makrofauna tanah dapat digunakan sebagai bioindikator kesuburan tanah karena perubahan karakteristik tanah diikuti oleh perubahan struktur komunitas makrofauna tanah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: makrofauna tanah, bioindikator, kesuburan tanah, bawang merah, C-organik |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 04:41 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 04:41 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58139 |
