PUTRI, DINDA AYU NENG (2025) Kondisi Sanitasi Lingkungan dan Uji PCR Serum Darah Pasien Suspek Leptospirosis di Wilayah Puskesmas Antang Perumnas Tahun 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011211074-eKDTOShm905W7Gla-20251008125545.jpeg
Download (83kB)
K011211074-1-2.pdf
Download (406kB)
K011211074-dp.pdf
Download (183kB)
K011211074-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Leptospirosis terjadi secara alami akibat interaksi antara agen penyebab penyakit, inang (pejamu), dan lingkungan. Penyakit Leptospirosis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kondisi sanitasi yang buruk dan kejadian banjir. Gejala suspek Leptospirosis mirip dengan penyakit infeksi lain seperti influenza, meningitis, hepatitis, demam berdarah dengue, dan demam akibat virus lainnya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sanitasi lingkungan dan hasil uji PCR serum darah pasien suspek Leptospirosis di wilayah Puskesmas Antang Perumnas tahun 2025. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitian adalah 20 responden dengan gejala suspek leptospirosis, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan PCR konvensional dilakukan di Hasanuddin University Medical Research Center (HUM-RC). Data kondisi sanitasi lingkungan diperoleh melalui observasi langsung menggunakan lembar observasi. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi masing-masing variabel. Hasil. Seluruh 20 sampel serum darah menunjukkan hasil negatif terhadap bakteri Leptospira pada uji PCR konvensional. Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (65%), berusia 16 – 25 tahun (30%), dan berprofesi sebagai pelajar (40%). Kondisi sanitasi lingkungan yang diamati meliputi: keberadaan genangan air (15%), keberadaan media akses tikus ke dalam rumah (60%), ketersediaan air bersih (100%), keberadaan sampah berserakan di sekitar rumah (25%), kondisi tempat sampah tidak memenuhi syarat (100%), kondisi selokan tidak memenuhi syarat (35%), kondisi SPAL tidak memenuhi syarat (10%), dan riwayat banjir dalam satu tahun terakhir (60%). Meskipun beberapa faktor risiko lingkungan ditemukan, tidak ada sampel yang terkonfirmasi positif leptospirosis melalui PCR. Kesimpulan. Tidak ditemukan kasus leptospirosis terkonfirmasi PCR pada responden di wilayah penelitian. Walaupun demikian, faktor risiko lingkungan seperti keberadaan media akses tikus dan kondisi pengelolaan sampah yang buruk tetap menunjukkan potensi penularan. Upaya pencegahan disarankan melalui perbaikan infrastruktur sanitasi lingkungan dan edukasi masyarakat tentang pengendalian faktor risiko leptospirosis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Leptospirosis; Polymerase Chain Reaction; Sanitasi Lingkungan |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 05:03 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 05:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58109 |
