Studi Efektivitas Umpan, Kepadatan Populasi, dan Keberadaan Ektoparasit Tikus di Daerah Pemukiman Padat Kelurahan Buloa Makassar 2025


AFIF. A, A. ZAKY MUHAMMAD (2025) Studi Efektivitas Umpan, Kepadatan Populasi, dan Keberadaan Ektoparasit Tikus di Daerah Pemukiman Padat Kelurahan Buloa Makassar 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K011211102-1wLka8DfFXGUePpN-20251008125144.jpg] Image
K011211102-1wLka8DfFXGUePpN-20251008125144.jpg

Download (271kB)
[thumbnail of K011211102-1-2.pdf] Text
K011211102-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of K011211102-dp.pdf] Text
K011211102-dp.pdf

Download (312kB)
[thumbnail of K011211102-fulllll.pdf] Text
K011211102-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kepadatan populasi tikus dipengaruhi oleh faktor lingkungan, ketersediaan makanan, serta kondisi tempat tinggal. Faktor utama yang menentukan tingkat populasi tikus adalah ketersediaan sumber makanan. Jenis makanan serta waktu kebutuhan konsumsi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penangkapan. Perangkap dikombinasikan dengan penggunaan umpan untuk menarik tikus agar masuk ke dalam perangkap. Pemilihan umpan berpengaruh terhadap keberhasilan penangkapan tikus. Aroma dan warna merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan umpan tikus. Tujuan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas umpan, kepadatan populasi dan keberadaan ektoparasit tikus di daerah pemukiman padat Kelurahan Buloa Makassar Metode. Penelitian ini berupa eksperimen semu (quasi eksperimen) yang memberikan perlakuan tertentu berupa pemasangan umpan kelapa bakar, ikan asin, jagung, keju, dan bakso pada perangkap tikus. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan populasi yaitu seluruh tikus yang tertangkap di Kelurahan Buloa Kota Makassar. Hasil. Perangkap dipasang di 6 RW Kelurahan Buloa dengan total pemasangan 600 perangkap selama 3 hari dengan tikus yang terperangkap berjumlah 57 ekor. Dari 5 umpan yang digunakan, bakso menjadi umpan yang paling banyak menangkap tikus (35%), disusul kelapa bakar (23%), jagung (18%), keju (14%), dan terakhir ikan asin (10%). Populasi tikus di Kelurahan Buloa tergolong tinggi karena melebihi baku mutu (<1). Terdapat 5 jenis tikus yang ditemukan yaitu Rattus Tanezumi, Rattus Norvegicus Norvegicus, Rattus Exulans, Rattus Tiomanicus, dan Mus Musculus serta 1 jenis celurut yaitu Sincus Murinus. Ektoparasit yang ditemukan pada seluruh tikus yang diperiksa berjumlah 24 pinjal dan 30 tungau. Pinjal yang diperiksa seluruhnya merupakan Xenopsylla Cheopis (100%) sehingga indeks pinjal khusus dan umum pada penelitian ini sama besar yaitu 0,42. Kesimpulan. Bakso menjadi umpan dengan frekuensi tangkapan tikus terbanyak. Populasi tikus di Kelurahan Buloa tergolong tinggi dengan jenis tikus yang paling dominan ditemukan berupa Rattus Tanezumi. Ektoparasit yang ditemukan berupa pinjal dan tungau yang jumlahnya tergolong rendah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 26 Sep 2026 03:33
Last Modified: 26 Sep 2026 03:33
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58103

Actions (login required)

View Item
View Item