DETERMINAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS TAMALANREA JAYA KOTA MAKASSAR TAHUN 2025


FAUZIAH, NADYA DWI PUTRI (2025) DETERMINAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS TAMALANREA JAYA KOTA MAKASSAR TAHUN 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K011211125-vQo3sEMu4Tf9VStc-20251008102848.jpg] Image
K011211125-vQo3sEMu4Tf9VStc-20251008102848.jpg

Download (317kB)
[thumbnail of K011211125-1-2.pdf] Text
K011211125-1-2.pdf

Download (443kB)
[thumbnail of K011211125-dp.pdf] Text
K011211125-dp.pdf

Download (212kB)
[thumbnail of K011211125-fulllll.pdf] Text
K011211125-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala dalam waktu lama sehingga dikenal sebagai the silent killer. Kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi menjadi hal yang sangat penting karena hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikontrol untuk mencegah komplikasi serius. Ketidakpatuhan dalam minum obat antihipertensi menjadi penyebab utama kegagalan terapi dan meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung koroner, stroke, bahkan kematian. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar Tahun 2025. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Jumlah sampel sebanyak 102 responden yang dipilih dari populasi pasien hipertensi di Puskesmas Tamalanrea Jaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dan Fisher. Hasil. Hasil analisis menunjukkan bahwa self efficacy (p < 0,001), dukungan keluarga (p = 0,028), dan peran petugas kesehatan (p = 0,040) memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan minum obat. Sementara itu, pengetahuan (p = 1,000), lama menderita hipertensi (p = 0,255), dan akses pelayanan kesehatan (p= 0,704) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan. Bahwa self efficacy, dukungan keluarga, dan peran petugas kesehatan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 26 Sep 2026 03:32
Last Modified: 26 Sep 2026 03:32
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58101

Actions (login required)

View Item
View Item