TINJAUAN HUKUM TERHADAP RANGKAP JABATAN WAKIL MENTERI SEBAGAI KOMISARIS BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) =A Legal Review of the Dual Position of the Deputy Minister as Commissioner of State-Owned Enterprises (SOEs)


ARLAND, ARMI ANNISA (2026) TINJAUAN HUKUM TERHADAP RANGKAP JABATAN WAKIL MENTERI SEBAGAI KOMISARIS BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) =A Legal Review of the Dual Position of the Deputy Minister as Commissioner of State-Owned Enterprises (SOEs). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul] Image (sampul)
B021221018-2wWStqm91gvGBZdr-20260521142435.jpg

Download (364kB)
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
B021221018-1-2.pdf

Download (345kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
B021221018-dp.pdf

Download (158kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
B021221018-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 May 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Penelitian ini membahas Praktik rangkap jabatan Wakil Menteri sebagai Komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menimbulkan perdebatan dalam perspektif Hukum Administrasi Negara. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan serta membuka ruang terjadinya penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power), khususnya dalam konteks relasi antara fungsi pengawasan dan fungsi eksekutif pemerintahan. Ketidakjelasan batas kewenangan dan kedudukan Wakil Menteri memperkuat urgensi kajian normatif terhadap praktik tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui implikasi dan peran asas-asas umum pemerintahan yang baik dalam rangkap jabatan terhadap wakil menteri yang melakukan rangkap jabatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap peraturan, doktrin, dan putusan pengadilan yang relevan. Hasil: Rangkap jabatan Wakil Menteri sebagai komisaris BUMN berpotensi mengganggu efektivitas, fokus, dan profesionalitas pelaksanaan tugas pemerintahan karena adanya pembagian tanggung jawab dalam menjalankan lebih dari satu jabatan strategis. Praktik tersebut juga tidak sejalan dengan asas tidak menyalahgunakan kewenangan, karena kewenangan jabatan seharusnya digunakan sesuai tujuan pemberiannya dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Kesimpulan: Rangkap jabatan Wakil Menteri sebagai komisaris BUMN perlu dibatasi karena berpotensi menimbulkan ketidakefektifan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, mengurangi profesionalitas pejabat, serta tidak mencerminkan penerapan asas tidak menyalahgunakan kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Rangkap Jabatan; Wakil Menteri; BUMN.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Hukum Administrasi Negara
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 26 Sep 2026 03:18
Last Modified: 26 Sep 2026 03:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58093

Actions (login required)

View Item
View Item