PENGUATAN LOGISTIK SEKTOR PANGAN DALAM MITIGASI BENCANA DI PROVINSI SULAWESI BARAT = ENHANCING THE RESILIENCE OF THE FOOD LOGISTICS SECTOR IN DISASTER MITIGATION: A CASE STUDY OF WEST SULAWESI PROVINCE


ARISKHA MASDAR, ANDY (2026) PENGUATAN LOGISTIK SEKTOR PANGAN DALAM MITIGASI BENCANA DI PROVINSI SULAWESI BARAT = ENHANCING THE RESILIENCE OF THE FOOD LOGISTICS SECTOR IN DISASTER MITIGATION: A CASE STUDY OF WEST SULAWESI PROVINCE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover] Image (cover)
P122232007-z3EPpRFxtQvu1MBa-20260611102856.jpg

Download (130kB)
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
P122232007-1-2.pdf

Download (692kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
P122232007-dp.pdf

Download (81kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
P122232007-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (767kB)

Abstract (Abstrak)

ANDY ARISKHA MASDAR. Penguatan Logistik Sektor Pangan dalam Mitigasi Bencana di Provinsi Sulawesi Barat (Dibimbing oleh Hamka Naping dan Mukhsan Putra Hatta). Latar belakang. Provinsi Sulawesi Barat memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, misalnya gempa bumi, kejadian banjir, cuaca ekstremdan tanah longsor, yang secara langsung memengaruhi stabilitas distribusi dan ketersediaan pangan. Ketergantungan pada jalur distribusi darat dan keterbatasan gudang cadangan pangan merupakan suatu tantangan yang besar dalam melakukanmitigasi bencana. Tujuan. Penelitian ini untuk menganalisis kondisi kelembagaan distribusi logistik pangan di Provinsi Sulawesi Barat, mengidentifikasi faktor-faktor kendala distribusi cadangan pangan saat bencana, serta merumuskan strategi penguatan sistem logistik sektor pangan. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik observasi lapangan, studi dokumen, dan wawancara mendalam terhadap Dinas Ketahanan Pangan dan Badan Urusan Logistik di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik dan SWOT untuk merumuskan strategi penguatan kelembagaan. Hasil. penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa distribusi pangan masih terpusat di dua gudang utama dengan kapasitas terbatas (Mamuju 1.400 ton dan Polewali 900 ton), dan pelayanan logistik belum sepenuhnya merata ke wilayah rawan. Infrastruktur jalan yang rusak serta koordinasi kelembagaan yang belum optimal memperparah kondisi saat bencana terjadi. Kesimpulan. Dari analisis SWOT, strategi prioritas yang diusulkan adalah membangun sistem informasi logistik pangan digital, penyusunan jalur dostribusi darurat dan SOP logistik bencana, optimalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengadaan gudang dan armada, serta pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) logistik kebencanaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem logistik pangan berbasis digital dan kolaboratif, peningkatan sarana distribusi, serta pengembangan strategi mitigasi terintegrasi dengan pemetaan wilayah risiko bencana di Provinsi Sulawesi Barat. Kata Kunci: Logistik pangan, mitigasi bencana, cadangan pangan, kelembagaan, Sulawesi Barat

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Logistik pangan, mitigasi bencana, cadangan pangan, kelembagaan, Sulawesi Barat
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Manajemen Bencana
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 26 Sep 2026 03:11
Last Modified: 26 Sep 2026 03:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58090

Actions (login required)

View Item
View Item