ANDRIANI, DIAN (2026) PENGARUH EKSTRAK ETANOL BAWANG DAYAK (ELEUTHERINE BULBOSA) DAN TERAPI TAMOXIFEN TERHADAP KADAR COX-2 PADA MENCIT (MUS MUCULUS) GALUR BALB/C PERMODELAN KANKER PAYUDARA DENGAN INDUKSI DMBA = The Effect Of Dayak Onion Ethanol Extract (Eleutherine Bulbosa) And Tamoxifen Therapy On Reducing Cox-2 Levels In Mice (Mus Muculus) Balb/C Strain Modeling Breast Cancer With Dmba Induction. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P102241027-YU89BIjsiq7do1pO-20260514203813.png
Download (138kB)
P102241027-1-2.pdf
Download (739kB)
P102241027-dp.pdf
Download (408kB)
P102241027-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Dian Andriani : Pengaruh Ekstrak Etanol Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa) Dan Terapi Tamoxifen Terhadap Penurunan Kadar Cox-2 Pada Mencit (Mus Musculus) Galur Balb/C Permodelan Kanker Payudara Dengan Induksi DMBA ( Dibimbimbing Oleh Andi Nilawati Usman dan Risfah Yulianty ) Latar belakang: Peradangan kronis dan stres oksidatif berperan dalam progresi kanker payudara. Siklooksigenase-2 (COX-2) merupakan enzim proinflamasi yang sering diekspresikan pada jaringan tumor. Tujuan : Penelitian ini mengevaluasi efek pemberian tunggal Eleutherine bulbosa, tamoxifen, serta kombinasi ekstrak etanol bawang Dayak dan tamoxifen terhadap penurunan kadar COX-2 pada mencit BALB/. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan desain post-test only control group yang menggunakan rancangan acak lengkap. Sebanyak 36 mencit betina Mus musculus galur BALB/c berusia 8–10 minggu dengan berat badan 18–25 gram digunakan sebagai sampel, kemudian dibagi secara acak ke dalam enam kelompok dengan masing-masing terdiri dari enam ekor. Seluruh hewan uji terlebih dahulu diinduksi menjadi model kanker payudara, kemudian dikelompokkan menjadi kontrol negatif (tanpa induksi dan tanpa perlakuan), kontrol positif (model kanker tanpa terapi), serta empat kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan pertama diberikan ekstrak etanol bawang Dayak dosis 180 mg/kgBB/hari, kelompok kedua diberikan tamoxifen dosis 10 mg/kgBB/hari, sedangkan kelompok ketiga dan keempat mendapatkan kombinasi ekstrak etanol bawang Dayak dan tamoxifen dengan dosis yang sama selama 14 hari pemberian secara oral. Parameter yang diukur adalah kadar Cyclooxygenase-2 (COX-2) dalam serum menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Brown-Forsythe dan dilanjutkan dengan uji post hoc Games-Howell.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan kadar Cyclooxygenase-2 (COX-2) serum antar kelompok.Berdasarkan uji Brown-Forsythe yang dilanjutkan dengan post hoc Games-Howell. Kelompok kontrol negatif (KN) memiliki kadar COX-2 terendah (3,0693 pg/mL), sedangkan kontrol positif (KP) tertinggi (9,8887 pg/mL). Pada kelompok perlakuan, I1 menunjukkan kadar COX-2 sebesar 7,5220 pg/mL, sementara I2 lebih rendah dibandingkan I1. Kelompok kombinasi (I3 dan I4) menunjukkan penurunan COX-2 paling besar, dengan nilai terendah 3,8615 pg/mL. Temuan ini menegaskan bahwa terapi kombinasi ekstrak etanol bawang Dayak dan tamoxifen lebih efektif dibandingkan terapi tunggal. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan pemberian tamoxifen dan ekstrak etanol bawang dayak tunggal efektif menurunkan kadar COX-2 namun efek kombinasi ekstrak etanol E. bulbosa s dan tamoxifen signifikan menurunkan kadar COX-2 pada model kanker payudara yang diinduksi DMBA.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | COX-2, Eleutherine bulbosa, Tamoxifen, DMBA, Kanker Payudara |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Kebidanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 02:48 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 02:48 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58079 |
