WATI, IRMA (2026) EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa), TAMOXIFEN, DAN KOMBINASINYA TERHADAP KADAR TNF- α PADA MENCIT MODEL KANKER PAYUDARA = EFFECTIVENESS OF ADMINISTERING DAYAK ONION ETHANOL EXTRACT (Eleutherine bulbosa), TAMOXIFEN, AND THEIR COMBINATION ON TNF-α LEVELS IN BREAST CANCER MODEL MICE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P102241026-1R6taSTK5OdHzXwB-20260513210152.png
Download (159kB)
P102241026-1-2.pdf
Download (770kB)
P102241026-dp.pdf
Download (154kB)
P102241026-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Kanker payudara berhubungan dengan peningkatan respon inflamasi, termasuk kadar TNF-α, yang memengaruhi perkembangan tumor. Kombinasi terapi tradisional dan modern, seperti ekstrak etanol bawang dayak (Eleutherine bulbosa) dan tamoxifen, berpotensi mengatur respon inflamasi. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas pemberian ekstrak etanol bawang dayak (Eleutherine bulbosa), tamoxifen, dan kombinasinya terhadap kadar TNF-α pada mencit (Mus musculus) galur BALB/c model kanker payudara yang diinduksi DMBA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental post-test only control group. Mencit galur BALB/c dibagi ke dalam enam kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, kelompok ekstrak etanol bawang dayak, kelompok tamoxifen, serta dua kelompok kombinasi kedua agen dengan urutan pemberian berbeda. Intervensi diberikan selama 14 hari pada masing-masing kelompok perlakuan. Setelah periode intervensi selesai, kadar TNF-α diukur satu kali menggunakan metode ELISA. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji one-way ANOVA untuk membandingkan rerata antar kelompok. Hasil: Terdapat perbedaan rerata kadar TNF-α yang bermakna secara statistik antar kelompok perlakuan (p < 0,001). Kelompok kontrol positif menunjukkan rerata kadar TNF-α tertinggi (118,072 ng/L). Di antara kelompok intervensi, kombinasi tamoxifen (10 mg/kgBB) dan ekstrak etanol bawang dayak (180 mg/kgBB) pada Intervensi 4 (urutan tamoxifen diikuti ekstrak bawang dayak) menunjukkan rerata kadar TNF-α terendah (53,316 ng/L) yang secara signifikan paling mendekati kelompok kontrol negatif (40,103 ng/L) dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Temuan ini didukung oleh hasil pengamatan morfometri diameter alveoli dan struktur histopatologi jaringan mammae yang menunjukkan perbaikan mendekati kondisi normal pada kelompok kombinasi tersebut. Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol bawang dayak (Eleutherine bulbosa), tamoxifen, dan kombinasinya menunjukkan efektivitas terhadap kadar TNF-α pada mencit model kanker payudara terinduksi DMBA. Kombinasi kedua agen memperlihatkan efektivitas yang lebih baik dibandingkan pemberian tunggal, dengan urutan pemberian tamoxifen diikuti ekstrak bawang dayak sebagai strategi yang paling optimal dalam memodulasi respons inflamasi berdasarkan perbandingan rerata antar kelompok.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bawang dayak, Inflamasi, Kanker payudara, Mencit BALB/c, TNF-α, Tamoxifen |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Kebidanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 02:30 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 02:30 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58077 |
