ERNAWATI, FIFIN (2026) KOMBINASI TERAPI TAMOXIFEN DAN EKSTRAK ETANOL ELEUTHERINE BULBOSA TERHADAP KADAR PROTEIN p53 DAN MORFOLOGI JARINGAN MAMAE PADA MENCIT BALB/C MODEL KANKER PAYUDARA INDUKSI DMBA = Combination Of Tamoxifen Therapy And Eleutherine Bulbosa Ethanol Extract On P53 Protein Levels And Mammary Tissue Morphology In DMBA-Induced Breast Cancer Model In Balb/C Mice. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P102241023-EQoIh7JXS8wRlNgO-20260512064812.jpg
Download (336kB)
P102241023-1-2.pdf
Download (492kB)
P102241023-dp.pdf
Download (273kB)
P102241023-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Eleutherine bulbosa (bawang Dayak), fitoterapi yang kaya flavonoid/naphthoquinones, memiliki potensi anti-kanker yang terlibat dalam modulasi p53 dan jalur anti-proliferatif. Karena terapi tunggal sering menghadapi resistensi, strategi penggabungan dengan agen endokrin standar seperti tamoxifen (Selective Estrogen Receptor Modulator - SERM) diperlukan untuk mengatasi resistensi obat dan memaksimalkan therapeutic index pada pengobatan kanker payudara. Tujuan: Menginvestigasi peningkatan efikasi kombinasi ekstrak Eleutherine bulbosa dan tamoxifen, membandingkan regimen pemberian simultan dan berurutan, terhadap regresi tumor, aktivasi p53, dan pemulihan arsitektur jaringan pada model karsinogenesis payudara yang diinduksi DMBA (7,12-dimethylbenz[a]anthracene). Metode: Studi in vivo (post-test only) melibatkan 36 mencit BALB/c betina yang dibagi kedalam 6 kelompok perlakuan (n = 6 per kelompok: kontrol normal (KN), kontrol positif (KP), Kelompok eleutherine bulbos (I1), kelompok tamoxife (I2), kombinasi berurutan I3, dan simultan I4). Penilaian utama meliputi pengukuran massa tumor, analisis histopatologi payudara, dan kuantifikasi p53 (ELISA - Enzyme-Linked Immunosorbent Assay dan IHC - Immunohistochemistry). Analisis statistik menggunakan uji one-way ANOVA dan dilanjutkan uji Tukey HSD dengan taraf signifikansi 0,05 Hasil: Hasil in vivo menunjukkan rerata kadar p53 sebagai berikut: KN = 9,803 pg/mL; KP = 3,617 pg/mL; I1 = 5,042 pg/mL; I2 = 8,092 pg/mL; I3 = 6,927 pg/mL; dan I4 = 8,699 pg/mL. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan rerata antar kelompok (p < 0,05). Namun, uji lanjut Tukey HSD menunjukkan bahwa perbandingan antar pasangan kelompok tidak mencapai signifikansi statistik (p > 0,05). Secara deskriptif, kelompok terapi menunjukkan rerata kadar p53 lebih tinggi dibandingkan kontrol kanker dan mendekati kelompok normal. Secara morfologis, kelompok terapi juga memperlihatkan perbaikan struktur jaringan dibandingkan kontrol kanker. Kesimpulan: Kombinasi simultan Eleutherine bulbosa dan tamoxifen merupakan strategi potensial dalam meningkatkan efikasi terapi kanker payudara. Peningkatan aktivasi p53 dan perbaikan morfologi jaringan payudara menunjukkan efikasi yang lebih baik dibandingkan monoterapi. Temuan ini menegaskan potensi ekstrak ini sebagai agen komplementer atau kemopreventif dalam menekan progresivitas tumor melalui modulasi p53.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Eleutherine bulbosa; Tamoxifen; Kanker Payudara; p53; Histopatologi; Regresi Tumor. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Kebidanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 02:29 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 02:29 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58076 |
