HASRIANTI, YULVI (2026) EFEK LATIHAN RENANG TERHADAP KADAR ENDOTELIN-1 PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI DIET TINGGI KALORI = EFFECT OF SWIMMING EXERCISE ON ENDOTHELIN-1 LEVELS IN MALE WISTAR RATS INDUCED BY A HIGH-CALORIE DIET. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062232031-DMikpg36jRrK5bQd-20260602143819.png
Download (114kB)
P062232031-1-2.pdf
Download (226kB)
P062232031-dp.pdf
Download (54kB)
P062232031-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Fenomena kelebihan berat badan terkait erat dengan gangguan signifikan dalam fungsi endotel, yang ditandai dengan peningkatan tingkat aktivitas peptida vasoaktif endothelin-1 (ET-1). Disfungsi ini memainkan peran penting dalam memperburuk berbagai gangguan metabolisme dan komplikasi ginjal yang sering menyertai kelebihan berat badan. Intervensi seperti latihan aerobik dan antagonis reseptor endotelin diduga memodulasi jalur regulasi ET-1 melalui mekanisme yang berbeda. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek latihan renang dan antagonis reseptor endotelin terhadap berat badan, kadar ET-1 plasma, dan ET-1 ginjal pada tikus Wistar jantan dengan diet tinggi kalori. Metode. Penelitian eksperimental dengan desain post-test only control group menggunakan tikus Wistar jantan yang diinduksi diet tinggi kalori selama 9 minggu. Subjek dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok latihan renang, kelompok antagonis endotelin (bosentan), dan kelompok kontrol. Latihan renang dilakukan tiga kali per minggu selama empat minggu dengan beban 5% dari berat badan. Kadar ET-1 plasma dan ginjal diukur menggunakan metode ELISA. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji komparatif (paired sample t-test dan one-way ANOVA), dan uji post hoc (Bonferroni) menggunakan SPSS. Hasil. Kadar ET-1 plasma tidak menunjukkan perbedaan bermakna antarkelompok (p > 0,05). Sebaliknya, kadar ET-1 ginjal berbeda secara signifikan (p < 0,001), dengan nilai tertinggi pada kelompok latihan renang dibandingkan kelompok kontrol dan kelompok antagonis endotelin. Perubahan berat badan tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p > 0,05). Kesimpulan. Intervensi latihan renang dan antagonis reseptor endotelin tidak mempengaruhi ET-1 plasma maupun berat badan , namun memberikan efek berbeda pada ET-1 ginjal. Latihan renang meningkatkan, sedangkan bosentan menurunkan kadar ET-1 ginjal, menunjukkan adanya regulasi endotelin yang bersifat spesifik jaringan
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 01:56 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 01:56 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58068 |
