Komunikasi Interpersonal Trauma Healing Antara Konselor dan Korban Bullying pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa = Interpersonal Trauma Healing Communication Between Counselors and Bullying Victims at the Gowa Regency Women's Empowerment and Child Protection Service


ZAKINAH, NUR (2026) Komunikasi Interpersonal Trauma Healing Antara Konselor dan Korban Bullying pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa = Interpersonal Trauma Healing Communication Between Counselors and Bullying Victims at the Gowa Regency Women's Empowerment and Child Protection Service. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
E021221080-cphLNJ85t7r4soGD-20260422153732.jpg

Download (336kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
E021221080-1-2.pdf

Download (451kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E021221080-dp.pdf

Download (208kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
E021221080-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 September 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal yang terjalin antara konselor dan korban bullying dalam proses trauma healing di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Gowa. Fenomena bullying di lingkungan pendidikan masih menjadi masalah serius yang mengakibatkan dampak psikologis mendalam bagi korban, seperti hilangnya kepercayaan diri, kecemasan sosial, hingga trauma berat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap lima orang korban bullying (usia 12-17 tahun) dan tiga orang informan dari pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa, serta melalui observasi non-partisipan. Analisis data dilakukan dengan mengintegrasikan temuan lapangan menggunakan teori penetrasi sosial dan teori pertukaran sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara konselor dan korban terbukti efektif sebagai instrumen utama dalam proses pemulihan trauma. Konselor membangun kepercayaan melalui pendekatan yang empatik, penuh validasi, dan tanpa penghakiman, yang memungkinkan terjadinya keterbukaan diri (self-disclosure) secara bertahap sesuai prinsip penetrasi sosial. Selain itu, ditemukan bahwa keberhasilan proses ini bergantung pada kemampuan konselor menciptakan interaksi yang menguntungkan bagi korban, di mana pemulihan diri korban menjadi manfaat yang lebih besar dibandingkan risiko rasa malu saat bercerita. Meskipun demikian, terdapat hambatan yang signifikan berupa kendala internal (rasa takut dan trauma korban) serta kendala eksternal (kurangnya dukungan keluarga, intimidasi pelaku, dan sikap sekolah yang tertutup demi menjaga reputasi).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Komunikasi Interpersonal, Trauma Healing, Konselor, Korban Bullying, Teori Penetrasi Sosial dan Teori Pertukaran Sosial.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 26 Sep 2026 01:54
Last Modified: 26 Sep 2026 01:54
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58066

Actions (login required)

View Item
View Item