ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN SISTOKARP DAN PERKEMBANGAN SPORA Gracilaria changii PADA KONSENTRASI MEDIA KULTUR GRUND YANG BERBEDA = ANALYSIS OF CYSTOCARP MATURITY LEVEL AND DEVELOPMENT OF Gracilaria changii SPORES IN DIFFERENT GRUND CULTURE MEDIA CONCENTRATIONS


NURFADILA, NURFADILA (2026) ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN SISTOKARP DAN PERKEMBANGAN SPORA Gracilaria changii PADA KONSENTRASI MEDIA KULTUR GRUND YANG BERBEDA = ANALYSIS OF CYSTOCARP MATURITY LEVEL AND DEVELOPMENT OF Gracilaria changii SPORES IN DIFFERENT GRUND CULTURE MEDIA CONCENTRATIONS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover] Image (cover)
H052221012-htu2LZBFrsQz8bxy-20260422161602.jpeg

Download (69kB)
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
H052221012-1-2.pdf

Download (383kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
H052221012-dp.pdf

Download (223kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
H052221012-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Gracilaria changii merupakan salah satu alga merah penghasil agar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi besar untuk dikembangkan melalui kegiatan budidaya. Namun, keterbatasan ketersediaan bibit berkualitas dan berkesinambungan masih menjadi kendala utama. Salah satu alternatif untuk menghasilkan bibit unggul adalah melalui teknik kultur spora, yang keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh tingkat kematangan sistokarp dan kondisi media kultur. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan sistokarp G. changii berdasarkan letaknya pada talus, mendeskripsikan proses perkembangan spora, serta menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi media kultur Grund terhadap pertumbuhan dan perkembangan spora G. changii. Metode. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan tiga kali ulangan. Sistokarp diamati berdasarkan letaknya pada bagian pangkal, tengah, dan ujung talus G. changii yang berasal dari Kabupaten Takalar. Parameter yang diamati meliputi diameter sistokarp, jumlah spora yang dilepaskan, jumlah spora yang menempel pada substrat, serta tingkat kelangsungan hidup spora. Pengamatan pengaruh media kultur Grund dilakukan pada konsentrasi 0,0% (kontrol), 0,1%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 2,0%. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis varians (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%, dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak sistokarp berpengaruh signifikan terhadap tingkat kematangan dan keberhasilan perkembangan spora. Sistokarp yang berada di bagian pangkal talus memiliki diameter terbesar serta menghasilkan jumlah spora yang dilepaskan, spora yang menempel, dan tingkat kelangsungan hidup spora tertinggi dibandingkan bagian tengah dan ujung talus. Perkembangan spora G. changii berlangsung melalui tahapan pelepasan spora dari sistokarp matang, penempelan spora pada substrat, hingga perkembangan menjadi fase tetrasporofit. Konsentrasi media kultur Grund berpengaruh signifikan terhadap jumlah spora yang dilepaskan, penempelan spora, dan kelangsungan hidup spora, dengan konsentrasi 1,5–2,0% menunjukkan hasil terbaik dibandingkan konsentrasi lainnya. Kesimpulan. Bagian pangkal talus merupakan sumber sistokarp paling optimal untuk kultur spora G. changii, dan penggunaan media kultur Grund pada konsentrasi 1,5–2,0% efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan spora. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan teknik kultur spora sebagai alternatif penyediaan bibit G. changii yang berkualitas dan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Gracilaria changii; media kultur grund; sistokarp; spora.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 26 Sep 2026 01:49
Last Modified: 26 Sep 2026 01:49
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58059

Actions (login required)

View Item
View Item