ALFAUZI, MUHAMMAD (2026) Optimasi Pemodelan Resistivitas Bawah Permukaan untuk Eksplorasi Nikel Laterit di Blok X menggunakan Konfigurasi Edge Gradient = Optimization of Subsurface Resistivity Modeling for Lateritic Nickel Exploration in Block X Using the Edge Gradient Configuration. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
H042222006-AuftBxzWrb0gUhFZ-20260416212229.jpg
Download (596kB)
H042222006-1-2.pdf
Download (1MB)
H042222006-dp.pdf
Download (219kB)
H042222006-fullll.pdf
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Metode Electrical Resistivity (ERT) digunakan secara luas dalam pencitraan bawah permukaan karena mampu memodelkan distribusi resistivitas dua hingga tiga dimensi dengan resolusi tinggi. Pada eksplorasi nikel laterit, ERT efektif dalam mengidentifikasi perbedaan stratigrafi seperti Limonite, Saprolite, dan Badrock yang memiliki karakteristik fisik berbeda. Tantangan utama metode ini terletak pada proses inversi yang bersifat non-linar dan tidak tunggal, sehingga hasilnya sangat dipengaruhi oleh pemilihan parameter inversi. Untuk mengevaluasi kemampuan resolusi, diterapkan Checkboard Test dan Analisis sensitivitas sebagai metode dalam menilai keandalan interpretasi area dengan ketidakpastian yang tinggi. Tujuan. Interpretasi lapisan limonit, saprolit, dan bedrock berdasarkan uji resolusi serta optimasi parameter inversi menggunakan pyGIMLi dan Res2Dinv dengan validasi data drillhole. Hasil. Lapisan limonit menempati zona paling dangkal dan dicirikan oleh nilai resistivitas yang relatif tinggi. Di bawahnya, lapisan saprolit menunjukkan respons resistivitas yang lebih rendah dan sangat bervariasi, mencerminkan heterogenitas litologi yang kuat akibat keberadaan interval kaya bongkah serta pengayaan silika lokal, yang secara signifikan memodifikasi sifat resistivitas material. Unit bedrock memperlihatkan dua karakteristik resistivitas yang kontras dalam area interpretasi. Nilai resistivitas yang sangat tinggi diinterpretasikan sebagai bedrock yang kompak dan masif, sedangkan zona dengan resistivitas lebih rendah berkaitan dengan bedrock yang terfraktur atau memiliki sistem kekar. Keberadaan sistem rekahan ini memfasilitasi akumulasi fluida, sehingga menyebabkan penurunan nilai resistivitas bulk yang terukur. Integrasi data drillhole mengonfirmasi posisi vertikal batas limonit–saprolit dan saprolit–bedrock serta secara signifikan mengurangi ambiguitas dalam penentuan batas tersebut. Kesimpulan. keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa optimasi parameter inversi yang dikombinasikan dengan data drillhole meningkatkan ketepatan interpretasi batas litologi Limonite–Saprolite dan Saprolite–Bedrock. Konsistensi hasil inversi pyGIMLi dan Res2DInv dengan kontrol geologi sumur bor memperkuat akurasi pemetaan geologi bawah permukaan pada sistem nikel laterit serta meningkatkan keandalan interpretasi ERT untuk eksplorasi.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Electrical Resistivity Tomography (ERT), Eksplorasi Nikel Laterit |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 01:40 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 01:40 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58053 |
