IMZAHKIAH K., NUR REZKY (2026) Kualitas Perairan Pada Area Rehabilitasi Mangrove Kuri Caddi, Kabupaten Maros, Berdasarkan Indeks Saprobik Fitoplankton Sebagai Indikator Biologis = Water Quality in the Mangrove Rehabilitation Area of Kuri Caddi, Maros Regency, Based on the Saprobic Index of Phytoplankton as a Biological Indicator. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H041221041-bapxMnBYZLFHo5v1-20260417012716.jpg
Download (103kB)
H041221041-1-2.pdf
Download (232kB)
H041221041-dp.pdf
Download (154kB)
H041221041-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Nur Rezky Imzahkiah K. 2026. Kualitas Perairan pada Area rehabilitasi mangrove Kuri Caddi, Kabupaten Maros, berdasarkan Indeks Saprobik Fitoplankton Sebagai Indikator Biologis (dibimbing oleh Dody Priosambodo). Latar Belakang. Ekosistem mangrove mengalami degradasi akibat aktivitas antropogenik, sehingga diperlukan rehabilitasi untuk memulihkan fungsinya. Kawasan Rehabilitasi Mangrove Kuri Caddi, Kabupaten Maros merupakan habitat berbagai biota perairan yang rentan mengalami penurunan kualitas akibat aktivitas seperti pemukiman dan tambak, sehingga evaluasi kualitas perairan menjadi penting menggunakan indikator biologis seperti Indeks Saprobik fitoplankton. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas perairan di area rehabilitasi mangrove Kuri Caddi, Kabupaten Maros, menggunakan Indeks Saprobik fitoplankton sebagai indikator biologis, serta mengukur parameter fisika-kimia dan menganalisis struktur komunitas fitoplankton. Metode. Penelitian dilakukan pada tujuh stasiun pengamatan dengan tiga kali pengulangan. Parameter fisika-kimia yang diukur meliputi oksigen terlarut (DO), suhu, pH, salinitas, kekeruhan, Biological Oxygen Demand (BOD), fosfat, dan nitrat. Analisis plankton mencakup identifikasi struktur komunitas, kelimpahan, serta perhitungan Indeks Saprobik fitoplankton berdasarkan tingkat toleransi terhadap pencemaran bahan organik. Hasil. Ditemukan 38 genera fitoplankton yang didominasi oleh fitoplankton toleran terhadap bahan organik, terutama Chlorella sp. Nilai Indeks Saprobik berkisar antara −0,25 hingga −0,69, menunjukkan kondisi perairan tercemar sedang hingga agak tinggi, dengan mayoritas stasiun berada pada fase α-mesosaprobik. Sebagian besar parameter fisika-kimia masih memenuhi baku mutu air laut untuk biota laut meskipun terdapat variasi antarstasiun. Kesimpulan. Indeks Saprobik fitoplankton efektif digunakan sebagai indikator biologis untuk menilai kualitas ekologis perairan dan menunjukkan bahwa proses rehabilitasi mangrove masih berlangsung dengan kondisi perairan yang berada dalam ambang batas toleransi ekosistem pesisir.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: kuri caddi, mangrove rehabilitasi, Indeks Saprobik, fitoplankton, pencemaran organik |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 01:26 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 01:26 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58039 |
