Faktor Risiko Diabetes Mellitus Pada Jamaah Haji Di Kota Makassar Tahun 2024


ANDI ASRIANI H, ANDI ASRIANI H (2025) Faktor Risiko Diabetes Mellitus Pada Jamaah Haji Di Kota Makassar Tahun 2024. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K012231045-WhPnbMaGkyvr6C2g-20250922162604.jpg] Image
K012231045-WhPnbMaGkyvr6C2g-20250922162604.jpg

Download (344kB)
[thumbnail of K012231045-1-2.pdf] Text
K012231045-1-2.pdf

Download (460kB)
[thumbnail of K012231045-dp.pdf] Text
K012231045-dp.pdf

Download (240kB)
[thumbnail of K012231045-fullll.pdf] Text
K012231045-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk pada jamaah haji. Aktivitas fisik yang berat dan kondisi lingkungan ekstrem selama ibadah haji menjadikan jamaah dengan DMT2 berisiko mengalami komplikasi serius. Kota Makassar menunjukkan peningkatan jumlah jamaah haji dengan DMT2, sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian penyakit ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DMT2 pada jamaah haji di Kota Makassar tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 321 responden dengan rasio 1:2, terdiri atas 107 kasus (jamaah haji dengan DMT2) dan 214 kontrol (jamaah haji tanpa DMT2), yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis dilakukan secara bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat dengan regresi logistik berganda metode stepwise. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa riwayat keluarga (OR=6,76; p<0,001), konsumsi makanan manis (OR=6,73; p<0,001), riwayat kesehatan (OR=1,88; p=0,012), dan aktivitas fisik (OR=1,76; p=0,021) berhubungan signifikan dengan kejadian DMT2. Analisis multivariat menunjukkan bahwa dua variabel tetap signifikan dalam model akhir, yaitu riwayat keluarga (OR=6,28; 95% CI: 3,54–11,15) dan konsumsi makanan manis (OR=6,65; 95% CI: 3,64–12,14). Kombinasi kedua faktor ini meningkatkan probabilitas kejadian DMT2 hingga 73,3%. Kesimpulan: Riwayat keluarga dan konsumsi makanan manis merupakan faktor risiko dominan terhadap kejadian DMT2 pada jamaah haji di Kota Makassar. Intervensi kesehatan melalui skrining dini dan edukasi pengendalian konsumsi gula pada kelompok berisiko tinggi perlu ditingkatkan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif menjelang pelaksanaan ibadah haji.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 26 Sep 2026 01:08
Last Modified: 26 Sep 2026 01:08
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58020

Actions (login required)

View Item
View Item