AMALYAH ESA, A. ATIQAH NURUL (2026) Analisis Morfometri Kepiting Bakau Scylla serrata (Forskal,1775) Pada Kawasan Rehabilitasi Mangrove Kuri Caddi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan =Morphometric Analysis of Mud Crabs Scylla serrata (Forskal, 1775) In The Kuri Caddi Mangrove Rehabilitation Area, Maros Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, universitas hasanuddin.
H041221001-Ra0UqNZCfTKirbwP-20260422161022.jpeg
Download (314kB)
H041221001-1-2.pdf
Download (456kB)
H041221001-dp.pdf
Download (191kB)
H041221001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
A. Atiqah Nurul Amalyah Esa. Analisis Morfometri Kepiting bakau Scylla serrata (Forskal, 1775) Pada Kawasan Rehabilitasi mangrove Kuri Caddi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Dody Priosambodo). Latar belakang. Ekosistem mangrove memiliki peran penting sebagai habitat Kepiting bakau (Scylla spp.). Kawasan rehabilitasi mangrove Kuri Caddi di Kabupaten Maros merupakan habitat potensial, namun data morfometri dan pola pertumbuhannya masih terbatas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfometri, yaitu: panjang karapas, lebar karapas, bobot, dan jenis kelamin serta pola pertumbuhan Kepiting bakau (Scylla serrata) di kawasan rehabilitasi mangrove Kuri Caddi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Metode. Penelitian dilaksanakan pada Agustus 2025 menggunakan metode purposive sampling dengan pemasangan bubu di 6 stasiun. Parameter yang diukur meliputi lebar karapas, panjang karapas, bobot tubuh, jenis kelamin, spesies, dan parameter lingkungan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi linear untuk menentukan pola pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata). Hasil. Ditemukan 31 individu Kepiting bakau yang terdiri dari tiga spesies yaitu Scylla serrata (27 individu), Scylla olivacea (3 individu), dan Scylla tranquebarica (1 individu). Rasio jenis kelamin Kepiting bakau (Scylla serrata) menunjukkan dominasi betina (17:10). Rata-rata morfometri betina lebih besar (lebar karapas 6.99 ± 0.97 cm, panjang karapas 4.79 ± 0.58 cm, bobot 60.65 ± 20.76 gram. dibanding jantan (5.98 ± 0.64 cm, 4.18 ± 0.32 cm, 38.50 ± 9 gram). Sebagian besar individu tergolong juvenil hingga sub-dewasa dengan hanya satu individu memenuhi ukuran layak tangkap. Kesimpulan. Pola pertumbuhan Kepiting bakau (Scylla serrata) bersifat alometrik negatif (b < 3) yang menunjukkan pertambahan ukuran karapas lebih cepat dibandingkan bobot tubuh.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Morfometri, kepiting bakau, pola pertumbuhan, rehabilitasi magrove |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 00:57 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 00:57 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58010 |
