HAIKAL, FICKRY (2026) Penentuan Nilai Cardiothoracic Ratio (CTR) dan Kontras Citra Hasil Pemeriksaan Radiografi Toraks dengan Variasi Focus Film Distance (FFD) =Determination of Cardiothoracic Ratio (CTR) and Image Contrast in Chest Radiographs Using Variations in Focus-Film Distance (FFD). Skripsi thesis, universitas hasanuddin.
H021221057-QMgNLOfp0mXl7DIy-20260414144312.jpg
Download (290kB)
H021221057-1-2.pdf
Download (1MB)
H021221057-dp.pdf
Download (67kB)
H021221057-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Radiografi toraks merupakan modalitas utama untuk mengevaluasi kardiopulmoner, di mana standar proyeksi Posteroanterior (PA) merekomendasikan Focus Film Distance (FFD) sejauh 180 cm guna meminimalkan efek magnifikasi jantung. Namun, kondisi di lapangan sering kali menggunakan variasi jarak yang lebih pendek akibat keterbatasan ruangan atau alat, yang berisiko menyebabkan distorsi ukuran Cardiothoracic Ratio (CTR) dan menurunkan kualitas Contrast to Noise Ratio (CNR). Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai CTR toraks dengan berbagai variasi FFD, serta menganalisis hubungan antara perubahan ukuran geometri jantung tersebut dengan tingkat kejelasan anatomi di sekitarnya yang diukur melalui parameter CNR. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan desain observasional deskriptif post-test only. Sampel terdiri dari 70 citra radiografi toraks digital pasien laki-laki berpostur normal (usia 17– 22 tahun), yang dibagi ke dalam 7 kelompok variasi FFD (120 cm hingga 180 cm) dengan masing-masing 10 sampel independen. Ekstraksi data kuantitatif CTR dan CNR dianalisis secara objektif menggunakan perangkat lunak ImageJ. Hasil. Hasil uji statistik non-parametrik Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara signifikan pada nilai CTR (p-value = 0,515 > 0,05) maupun nilai CNR (p-value = 0,141 > 0,05) antar kelompok variasi jarak. Dinamika perubahan geometri jantung dan tingkat kejelasan anatomi terbukti berfluktuasi secara acak dan tidak memiliki hubungan linier yang konsisten seiring dengan perubahan jarak pemotretan. Kesimpulan. Variasi pemendekan jarak FFD hingga 120 cm pada pasien normal tidak secara konsisten memperbesar ukuran jantung melampaui batas kardiomegali maupun merusak kontras citra. Kualitas citra dan ukuran anatomi pada kondisi klinis nyata tidak semata-mata dikendalikan oleh jarak, melainkan jauh lebih didominasi oleh bias body habitus (variabilitas ketebalan dan densitas rongga dada) dari masing-masing pasien.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Radiografi Toraks; Focus Film Distance (FFD); Cardiothoracic Ratio (CTR); Contrast to Noise Ratio (CNR); Body Habitus. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Fisika |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 08:23 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 08:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57980 |
