IMRAN, IMRAN (2026) ANALISIS INDIGENOUS INSTITUTIONAL THEORY STUDI KASUS : PARABELA DALAM MENANGANI KONFLIK TANAH ADAT DI BUTON = ANALYSIS OF INDIGENOUS INSTITUTIONAL THEORY CASE STUDY: PARABELA IN MANAGING INDIGENOUS LAND CONFLICTS IN BUTON. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
E012232046-p9UIY8tW23ujEwAd-20260421164707.jpg
Download (401kB)
E012232046-1-2.pdf
Download (937kB)
E012232046-dp.pdf
Download (422kB)
E012232046-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 September 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini menganalisis peran lembaga adat Parabela dalam menangani konflik tanah adat di Desa Wabula, Kabupaten Buton, menggunakan kerangka Indigenous Institutional Theory (Coates et al., 2023). Teori ini mengintegrasikan Indigenous Standpoint Theory dan Institutional Theory untuk menjelaskan bagaimana masyarakat adat mempertahankan legitimasi dan otoritasnya ketika berhadapan dengan institusi negara modern. Indigenous Institutional Theory menekankan tiga dimensi analisis, yaitu community resilience and commitment, indigenous leadership, dan institutional rhetoric. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, telaah dokumen, dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Parabela, perangkat adat, masyarakat adat, pemerintah desa, dan dinas pertanahan. Analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik tanah adat merupakan benturan antara logika legal-formal negara dan prinsip komunal adat (Aganaino). Pada dimensi ketahanan komunitas, Parabela menunjukkan resiliensi kelembagaan yang kuat melalui legitimasi sosial, solidaritas komunitas, dan struktur adat berlapis. Pada dimensi kepemimpinan adat, Parabela menjalankan peran kolektif dan adaptif melalui musyawarah, pelibatan lintas generasi, serta advokasi formal. Pada dimensi retorika institusional, ditemukan kesenjangan antara pengakuan normatif masyarakat adat dalam kebijakan negara dan praktik birokrasi di lapangan. Temuan ini menegaskan bahwa Parabela berfungsi ebagai aktor kelembagaan yang mampu menegosiasikan legitimasi adat dalam sistem tata kelola modern.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Parabela, Tanah adat, Konflik agraria, Indigenous Institutional Theory. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 02:49 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 02:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57968 |
