ANDRIANY, ANDRIANY (2025) PERBANDINGAN AKURASI FINGER CIRCLE TEST DAN CALF CIRCUMFERENCE TEST TERHADAP KEJADIAN SARKOPENIA PADA WANITA LANSIA DI KOTA MAKASSAR=COMPARISON OF THE ACCURACY OF THE FINGER CIRCLE TEST AND THE CALF CIRCUMFERENCE TEST ON THE INCIDENCE OF SARKOPENIA IN ELDERLY WOMEN IN MAKASSAR. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C215211003-P5kejmQgHaRKton9-20250925143140.jpg
Download (311kB)
C215211003-1-2.pdf
Download (903kB)
C215211003-dp.pdf
Download (829kB)
C215211003-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 September 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
ANDRIANY. Perbandingan Akurasi Finger Circle Test dan Calf Circumference Test terhadap kejadian sarkopenia pada wanita Lansia di kota Makassar (Dibimbing oleh Anshory Sahlan dan Wa Ode Sri Nikmatiah) Latar Belakang. Sarkopenia adalah sindrom geriatri yang ditandai dengan penurunan massa dan kekuatan otot, yang berdampak pada penurunan fungsi dan kualitas hidup lansia. Deteksi dini sangat penting, tetapi alat diagnostik standar seperti DXA atau BIA kurang praktis untuk skrining komunitas. Oleh karena itu, metode skrining sederhana seperti Finger Circle Test (FCT) dan Calf Circumference Test (CCT) perlu dievaluasi efektivitasnya. Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui dan membandingkan akurasi FCT dan CCT dalam mendeteksi sarkopenia pada wanita lanjut usia di Kota Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 100 wanita lansia berusia ≥60 tahun dipilih secara konsekutif. Data dikumpulkan menggunakan MMSE, FCT, CCT, kekuatan genggaman tangan, dan massa otot rangka yang diukur dengan BIA. Diagnosis sarkopenia ditegakkan berdasarkan kriteria AWGS 2019. Analisis data meliputi t-test, ROC curve, dan chi- square tests. Hasil. Prevalensi sarkopenia yang teridentifikasi dalam populasi penelitian ini adalah 41%. Usia dan status sosial ekonomi berhubungan signifikan dengan sarkopenia (p<0,05). FCT menunjukkan hasil yang signifikan (p=0,043) dalam membedakan antara mereka yang berisiko sarkopenia dan yang tidak, sementara CCT tidak (p=0,281). Akurasi FCT adalah 60%, dengan sensitivitas 68,29% dan spesifisitas 54,24%. Kesimpulan. FCT lebih unggul daripada CCT dalam mendeteksi sarkopenia pada wanita lanjut usia. Meskipun akurasinya sedang, FCT dapat digunakan sebagai alat skrining awal yang sederhana dan praktis di lingkungan komunitas.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | calf circumference test, lanjut usia, finger circle test, sarkopenia, geriatri |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 02:37 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 02:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57967 |
