FONGIMAN, IKE WIDYAWATI (2025) TUMOR NECROSIS FACTOR- a (TNF- a) DAN NEUTROPHILE TO LYMPHOCYTE RATIO (NLR) SEBAGAI MARKER PREDIKTIF LUARAN KLINIS STROKE ISKEMIK AKUT=TUMOR NECROSIS FACTOR- a (TNF- a) AND NEUTROPHILE TO LYMPHOCYTE RATIO (NLR) AS PREDICTIVE MARKERS FOR CLINICAL OUTCOMES IN ACUTE ISCHEMIC STROKE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C155212010-xScoDXgaLV3YeMI1-20250925145152.jpg
Download (409kB)
C155212010-1-2.pdf
Download (2MB)
C155212010-dp.pdf
Download (722kB)
C155212010-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 September 2027.
Download (10MB)
Abstract (Abstrak)
Stroke iskemik akut merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Respons inflamasi memainkan peran krusial dalam patofisiologi stroke iskemik, dengan Tumor Necrosis Factor-alpha (TNF-a) dan Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) sebagai biomarker inflamasi yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan kadar TNF-a dan NLR serum pada pasien stroke iskemik akut, serta menentukan peran kedua biomarker ini sebagai prediktor severitas dan luaran klinis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 55 subjek pasien stroke iskemik akut. Pengukuran kadar TNF-a dilakukan dengan metode ELISA, sedangkan NLR dihitung dari rasio neutrofil dan limfosit absolut. Severitas stroke dinilai menggunakan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) dan luaran klinis menggunakan Modified Rankin Scale (mRS) pada saat admisi dan hari ke-30. Analisis statistik meliputi uji Kruskal-Wallis, Mann-Whitney, korelasi Spearman, dan kurva Receiver Operating Characteristic (ROC). Hasil: Median kadar TNF-a adalah 4,10 pg/mL (rentang 0,51-16,80 pg/mL) dan median NLR adalah 3,29 (rentang 0,52-38,16). Terdapat perbaikan signifikan pada skor NIHSS (p = 0,004) dan mRS (p = 0,015) dari admisi hingga hari ke-30. Kadar TNF-a menunjukkan korelasi positif signifikan dengan NIHSS (r = 0,312, p = 0,020) dan mRS (r = 0,337, p = 0,012) saat admisi, serta mRS pada hari ke-30 (r = 0,382, p = 0,004). NLR berkorelasi lebih kuat dengan NIHSS (r = 0,371, p = 0,005) dan mRS (r = 0,452, p = 0,000) saat admisi, dan korelasi ini meningkat pada hari ke-30 untuk NIHSS (r = 0,428, p = 0,001). Analisis ROC menunjukkan NLR memiliki Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,708 (akurasi cukup) dengan cut-off optimal 4,81 (sensitivitas 75,0%, spesifisitas 65,2%) untuk memprediksi luaran fungsional buruk, sedangkan TNF-a memiliki AUC 0,658 (akurasi buruk) dengan cut-off 4,43 pg/mL (sensitivitas 71,88%, spesifisitas 60,87%). Kesimpulan: NLR menunjukkan kemampuan prediktif yang lebih baik dan konsisten dibandingkan TNF-a dalam memperkirakan luaran fungsional buruk pada pasien stroke iskemik akut. NLR dapat menjadi biomarker awal yang lebih meyakinkan untuk prediksi stroke.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Stroke iskemik akut, TNF-a, NLR, NIHSS, mRS, biomarker, luaran klinis |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Saraf |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:53 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57962 |
