J. ATISINA, MISRIANTI (2025) Penerimaan Orang Tua Terhadap Vaksin Rotavirus di Wilayah Kepulauan Kota Makassar. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K012231059-XCdEFV9ojcBKIDmZ-20251008144337.png
Download (116kB)
K012231059-1-2.pdf
Download (816kB)
K012231059-dp.pdf
Download (152kB)
K012231059-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
MISRIANTI J. ATISINA. Penerimaan orang tua terhadap vaksin rotavirus di wilayah kepulauan kota makassar (dibimbing oleh Ansariadi dan Wahiduddin). Latar Belakang. Diare masih menjadi penyebab kematian anak dan balita, dan rotavirus sebagai salah satu agen penyebabnya. WHO merekomendasikan vaksinasi rotavirus sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Indonesia mulai mengintegrasikan vaksin Rotavirus ke dalam program imunisasi nasional sejak tahun 2022, termasuk Kota Makassar Namun cakupan vaksinasi di wilayah kepulauan seperti Kecamatan Kepulauan Sangkarrang masih tergolong rendah, yakni hanya sebesar 41,4%, penerimaan orang tua merupakan salah satu faktor penyebabnya. Tujuan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan orang tua terhadap vaksin rotavirus khusunya di wilayah kepulauan Kota Makassar. Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional/ di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang pada Mei-Juni 2025, dengan sampel sebanyak 155 orang tua. Analisis data meliputi univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik) menggunakan software STATA versi 14.0.Hasil. Analisis Univariat menunjukkan bahwa sebanyak 81 orang tua (52,74%) menerima vaksin rotavirus dan 74 orang tua (47,74 %) menolak untuk memberikan vaksin rotavirus kepada anak mereka. Analisis bivariat menunjukkan bahwa penerimaan orang tua terhadap vaksin rotavirus memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan (p= 0,000), sikap (p= 0,000), persepsi (p= 0,001), dan peran petugas kesehatan (PValue = 0,000). Responden yang berpengetahuan baik (85%), persepsi baik (60,53%), dan menilai peran petugas kesehatan baik (66,67%) lebih banyak menerima vaksin. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p= 0,628) dan pendapatan (p=0,649) dengan penerimaan vaksin. analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda diatas, data disimpulkan bahwa faktor yang memiliki hubungan signifikan yang kuat terhadap penerimaan orang tua terhadap vaksinasi Rotavirus di Wilayah Kepulauan Kota Makassar yaitu Pengetahuan (p=0.000;OR: 9.62;CI 95%:8,67-50.16) dan Sikap (p=0.028;OR: 1,72;CI 95%: 4,89-28,09). Kesimpulan. Faktor pengetahuan,persepsi, sikap orang tua dan peran petugas kesehatan memiliki hubungan yang bermakna dalam membentuk keputusan orang tua untuk menerima atau menolak vaksinasi rotavirus terhadap anak di wilayah kepulauan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:50 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:50 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57960 |
