Ekstraksi, Identifikasi, dan Analisis Risiko Mikroplastik dalam Produk Pasta Gigi di Pesisir Kota Makassar


TRYANDA, SHABRINA VASHTINIA PUTRI (2025) Ekstraksi, Identifikasi, dan Analisis Risiko Mikroplastik dalam Produk Pasta Gigi di Pesisir Kota Makassar. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K012241043-01yt6ubSx7kCNqFf-20251008151459.jpg] Image
K012241043-01yt6ubSx7kCNqFf-20251008151459.jpg

Download (459kB)
[thumbnail of K012241043-1-2.pdf] Text
K012241043-1-2.pdf

Download (629kB)
[thumbnail of K012241043-dp.pdf] Text
K012241043-dp.pdf

Download (193kB)
[thumbnail of K012241043-fulllll.pdf] Text
K012241043-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Mikroplastik yang berasal dari produk perawatan pribadi, termasuk pasta gigi, telah menjadi salah satu sumber pencemar yang signifikan di lingkungan perairan. Akumulasi mikroplastik pada biota laut seperti kerang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia melalui rantai makanan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik mikroplastik dalam pasta gigi yang beredar di pesisir Kota Makassar, menganalisis bioakumulasi mikroplastik pada kerang Pilsbryoconcha exilis, serta mengevaluasi risiko kesehatan lingkungan masyarakat akibat paparan mikroplastik. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Sampel pasta gigi diekstraksi dengan metode separasi densitas, sedangkan mikroplastik pada kerang dianalisis menggunakan larutan KOH dan diidentifikasi melalui spektrofotometri FTIR. Data konsumsi masyarakat diperoleh melalui wawancara pada 99 responden di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Makassar. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasta gigi mengandung mikroplastik berupa polimer polypropylene (PP), polyethylene (PE), dan polyethylene terephthalate (PET) dengan konsentrasi 0,4–1,1 partikel/gram. Seluruh sampel kerang (100%) positif mengandung mikroplastik, didominasi ukuran <1 mm dengan jenis polimer PE, PVC, dan PET. Analisis risiko menunjukkan nilai Excess Cancer Risk (ECR) pada beberapa polimer melebihi ambang batas aman (≥1×10⁻⁴), terutama pada kelompok anak-anak, sehingga paparan mikroplastik berpotensi menimbulkan risiko karsinogenik. Kesimpulan. Pasta gigi dan kerang terbukti menjadi sumber paparan mikroplastik bagi masyarakat pesisir Kota Makassar. Temuan ini menegaskan perlunya regulasi ketat terkait penggunaan mikroplastik dalam produk perawatan pribadi serta penguatan strategi mitigasi risiko kesehatan lingkungan di wilayah pesisir.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 25 Sep 2026 07:48
Last Modified: 25 Sep 2026 07:48
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57959

Actions (login required)

View Item
View Item