ANGRAENI, EMA (2026) COLLECTIVE ACTION DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM EKOWISATA MANGROVE DI LANTEBUNG MAKASSAR = COLLECTIVE ACTION IN THE DEVELOPMENT OF MANGROVE ECOTOURISM PROGRAM IN LANTEBUNG MAKASSAR. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
E012232010-jY1aFMR7EPw0T2SC-20260416114225.jpg
Download (475kB)
E012232010-1-2.pdf
Download (408kB)
E012232010-dp.pdf
Download (181kB)
E012232010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 September 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
EMA ANGRAENI. Collective Action dalam Pengembangan Program Ekowisata Mangrove di Lantebung Makassar (Dibimbing oleh Muh. Tang Abdullah) Pengembangan ekowisata mangrove yang berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi dari ekosistem mangrove tanpa merusaknya, salah satunya ekowisata mangrove di Lantebung. Pengembangan ekowisata ini melibatkan berbagai aktor seperti pemerintah daerah, kelompok masyarakat pengelola (JEKOMALA) serta organisasi non-pemerintah. Kolaborasi lintas-aktor ini mencerminkan adanya proses tindakan kolektif berinteraksi satu dengan yang lainnya sesuai keterkaitan dan peran yang ia mainkan dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindakan kolektif (collective action) dalam pengembangan program ekowisata mangrove di Lantebung, Kota Makassar. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengadopsi kerangka teori collective action yang dikembangkan oleh Carlsson (2000), yang mencakup enam dimensi yaitu: (1) Faktor Kontekstual, (2) Definisi Masalah, (3) Pertumbuhan dan Penyebaran Keyakinan Umum, (4) Faktor Pemicu, (5) Mobilisasi Aktor, dan (6) Koordinasi dan Kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumen dan observasi lapangan yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi non-pemerintahan, dan masyarakat sipil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kontekstual berupa potensi sumber daya alam dan keterlibatan masyarakat menjadi dasar utama terbentuknya aksi kolektif. Namun, pengelolaan ekowisata Lantebung masih menghadapi kendala pada aspek koordinasi dan pembagian peran antaraktor yang belum optimal, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta lemahnya kelembagaan masyarakat pengelola. Meskipun demikian, semangat pelestarian lingkungan dan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya konservasi mangrove menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan ekowisata. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan ekowisata mangrove tidak hanya bergantung pada potensi alam, tetapi juga pada efektivitas tindakan kolektif antar pemangku kepentingan dalam menciptakan sinergi dan tata kelola kolaboratif yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | collective action, ekowisata mangrove, Lantebung |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:35 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:35 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57950 |
