KHAERANA, KHAERANA (2026) ANALISIS RESPON AGRONOMI, FISIOLOGI, DAN PROFIL METABOLIT TANAMAN PADI PADA CEKAMAN PENYAKIT TUNGRO = Analysis Of Agronomic, Physiological, And Metabolite Profile Responses Of Rice Plants To Tungro Disease Stress. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
P013202003-2gemYnPzxN8tUKJS-20260608202542.jpg
Download (35kB)
P013202003-1-2.pdf
Download (4MB)
P013202003-dp.pdf
Download (862kB)
P013202003-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until May 2028.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK KHAERANA. Analisis respon agronomi, fisiologi, dan profil metabolit tanaman padi pada cekaman penyakit tungro (dibimbing oleh Yunus Musa, Baharuddin Patandjengi, dan Muhammad Riadi). Latar Belakang. Penyakit tungro masih menjadi ancaman serius bagi produksi padi yang disebabkan oleh infeksi simultan antara dua jenis virus, yaitu Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) sebagai penyebab gejala dan Rice Tungro Spherical Virus (RTSV) yang berfungsi sebagai virus helper, dan ditrasmisikan melalui vektor wereng hijau (Nephotettix virescens). Mengingat kompleksitas interaksi kedua virus tersebut dan masa retensinya pada serangga vektor, diperlukan studi komprehensif untuk mengungkap mekanisme respons tanaman terhadap serangan tungro guna mencegah kegagalan panen di tingkat petani. Tujuan. untuk dapat memahami penyakit tungro dari sudut pandang agronomis, sehingga potensi kehilangan hasil dapat diketahui, termasuk kondisi fisiologi dan metabolit sekunder tanaman ketika terserang penyakit tungro. Metode. penelitian dilaksanakan dengan 2 faktor, yaitu perlakuan penyakit tungro dan varietas. Terdapat 6 varietas yang digunakan, yaitu TN1, Inpari 13, Inpari 30, M70d, Inpari 36 dan Inpari 37. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan infeksi tungro signifikan mengurangi tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang malai, persentase gabah berisi, biomassa akar, dan hasil total. Analisis fisiologi menunjukkan bahwa kandungan klorofil a dan klorofil total lebih terpengaruh dibanding klorofil b saat tanaman terserang tungro. Antosianin terakumulasi semakin banyak seiring semakin tingginya intensitas penyakit tungro pada varietas rentan. Absopsi cahaya pada daun yang terserang penyakit tungro tereduksi dibanding tanaman sehat. Refleksi dan transmisi cahaya pada tanaman sakit mengalami peningkatan. Terdapat 11 metabolit sekunder yang menunjukkan konsentrasi cukup tinggi antara tanaman sehat dan sakit. Senyawa 4H-Pyran-4-one; Neophytadiene; dan 2-Hexadecen-1-ol, 3,7,11,15-Tetramethyl; terdeteksi dalam konsentrasi tinggi pada tanaman sakit,namun tidak berbeda nyata. Senyawa 2,2-Dimethyl-5-(3-methyl-2-oxiranyl) cyclohexanone ; Pregn-16-en-20-One; dan 1113-Oxabicyclo [10.1.0] tridecane merupakan tiga senyawa dengan konsentrasi terbesar yang terdeteksi saat tanaman mengalami serangan penyakit tungro, dan tidak terdeteksi pada tanaman sehat. Meski demikian, hasil ini belum sepenuhnya sejalan dengan literatur sebelumnya, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memvalidasi konsistensi tren metabolit tersebut. Kesimpulan. Studi ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang pertahanan biokimia tanaman terhadap infeksi virus dan mengusulkan pendekatan berbasis metabolomik untuk meningkatkan ketahanan tanaman.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | antosianin; klorofil; metabolomik; morfologi; sifat optik; virus tungro |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:10 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:10 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57939 |
