Pengaruh Pendampingan Suami dalam Perawatan Metode Kanguru (PMK) terhadap Pertumbuhan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)


ASLINDA, ASLINDA (2025) Pengaruh Pendampingan Suami dalam Perawatan Metode Kanguru (PMK) terhadap Pertumbuhan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K013221004-CiKqIXD7eErRFNWM-20251007131757.jpg] Image
K013221004-CiKqIXD7eErRFNWM-20251007131757.jpg

Download (296kB)
[thumbnail of K013221004-1-2.pdf] Text
K013221004-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of K013221004-dp.pdf] Text
K013221004-dp.pdf

Download (253kB)
[thumbnail of K013221004-fullll.pdf] Text
K013221004-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan perinatal yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas neonatal di Indonesia. BBLR rentan mengalami gangguan tumbuh kembang, sehingga memerlukan intervensi seperti Perawatan Metode Kanguru (PMK). Metode ini sudah lama direkomendasikan, namun penerapannya di masyarakat masih rendah. Dukungan keluarga, terutama suami, sangat penting untuk keberhasilan PMK di rumah. Tujuan. Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh pendampingan suami dalam PMK terhadap pertumbuhan BBLR di Kota Makassar. Metode. Studi pertama menggunakan desain cross-sectional untuk mengidentifikasi determinan kejadian BBLR pada 306 responden di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Studi kedua untuk mengeksplorasi pelaksanaan PMK berbasis rumah. Studi ketiga untuk mengembangan media edukasi berupa video, dan studi keempat merupakan quasi-eksperimen pada pasangan orang tua dari BBLR terdiri dari 42 responden masing–masing kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok Intervensi menerima edukasi video PMK ditambah penjelasan langsung kepada suami sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan video. Uji chi-square dan regresi logistik untuk mengetahui determinan dan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian BBLR. Uji Wilcoxon, Friedman, t-independen, dan Mann-Whitney untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah intervensi masing-masing kelompok dan perbandingan antar kelompok. Hasil. Studi pertama menunjukkan pendidikan ibu, umur kehamilan, dan riwayat preeklampsia berhubungan dengan kejadian BBLR (p<0,05), riwayat preeklampsia sebagai determinan terbesar (OR:1283,109). Topik kedua didapatkan 60,3% ibu BBLR mempraktekkan PMK di rumah, dengan rata - rata 2 jam/hari. Topik 3 menghasilkan video PMKIA yang dianggap layak (skor 85%). Topik keempat menunjukkan bahwa pendampingan suami secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan suami (p<0,05), serta meningkatkan berat badan dan Panjang badan dikedua kelompok, dengan peningkatan yang lebih besar pada kelompok intervensi. Tidak ada perbedaan signifikan rata-rata pertambahan berat badan kelompok intervensi dan kelompok control berdasarkan durasi PMK dan jenis asupan nutrisi (p>0,05). Kesimpulan. Kejadian BBLR dipengaruhi oleh tingkat pendidikan ibu, umur kehamilan, dan riwayat preeklampsia, pelaksanaan PMK di rumah masih terbatas dalam hal durasi dan penerapannya. Pendampingan suami dalam PMK meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pertumbuhan BBLR, sehingga keterlibatan suami direkomendasikan dalam intervensi perawatan neonatal di komunitas

Item Type: Thesis (Disertasi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 25 Sep 2026 01:43
Last Modified: 25 Sep 2026 01:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57930

Actions (login required)

View Item
View Item