SINALA, SANTI (2026) PENINGKATAN EFEKTIVITAS KETOKONAZOL SEBAGAI AGEN ANTIJAMUR PADA KERATITIS JAMUR MELALUI PENDEKATAN KOMPLEKS INKLUSI DALAM SISTEM DISSOLVABLE MICRONEEDLE OCULAR PATCH DAN SISTEM THERMORESPONSIVE OPTHALMIC IN SITU GEL=ENHANCING THE EFFECTIVENESS OF KETOKONAZOLE AS AN ANTIFUNGAL AGENT IN FUNGAL KERATITIS THROUGH A COMPLEX INCLUSION APPROACH WITH DISSOLVABLE MICRONEEDLE OCULAR PATCH SYSTEM AND THERMORESPONSIVE OPHTHALMIC IN SITU GEL SYSTEM. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
N013231001-BwmC5ajNPfyi3Q4c-20260410083848.jpg
Download (444kB)
N013231001-1-2.pdf
Download (1MB)
N013231001-dp.pdf
Download (353kB)
N013231001-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Keratitis jamur merupakan penyakit ocular infeksius yang berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan apabila terapi tidak efektif. Ketokonazol (KOZ) sebagai antijamur spektrum luas, memiliki keterbatasan kelarutan air dan penetrasi okular yang rendah akibat adanya barier anatomi dan fisiologis mata, sehingga menurunkan efektivitasnya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kelarutan, penetrasi, dan efektivitas antijamur KOZ melalui pembentukan kompleks inklusi dengan hidroksipropil-β-siklodekstrin (HP-β-CD), serta pengembangannya ke dalam sistem penghantaran ocular inovatif berupa dissolving microneedle (DSMN-KOZ) dan thermoresponsive ophthalmic in situ gel (TOR-KOZ). Metode. Kompleks inklusi KOZ-HP-β-CD dikarakterisasi secara komputasional dan eksperimental melalui molecular docking, uji kelarutan, FTIR, XRD, serta evaluasi pelepasan dan aktivitas antijamur. Sistem DSMN dievaluasi meliputi kekuatan mekanik, kemampuan penetrasi kornea, profil pelarutan jarum, transmisi uap air, penyerapan kelembapan, analisis kandungan zat aktif, permeasi dan retensi ex vivo, serta aktivitas antijamur ex vivo dan in vivo. TOR-KOZ diuji meliputi suhu gelasi (Tsol–gel), pH, viskositas, mukoadhesivitas, drug content, permeasi, retensi, iritasi HET-CAM, dan aktivitas antijamur. Hasil. Hasil docking menunjukkan energi ikatan −3,05. Formula kompleks terbaik (F5; KOZ:HP-β-CD = 1:2,5) meningkatkan kelarutan secara signifikan, dengan amorfisasi KOZ terkonfirmasi oleh FTIR dan XRD. Pelepasan in vitro mencapai 95,83 ± 1,67% dalam 24 jam tanpa menurunkan aktivitas antijamur. DSMN optimal (D3) menunjukkan kekuatan mekanik tinggi (penurunan tinggi jarum 2,92 ± 0,26%), penetrasi konsisten, pelarutan jarum dalam 15 menit setelah kontak dengan kornea mata, stabilitas fisik baik, non-iritan, serta retensi okular ≥24 jam sebesar 43,13 ± 0,029% dan permeasi transkorneal superior (55,138 ± 7,026%) dibandingkan kontrol. Aktivitas antijamur secara in vivo menunjukkan penurunan beban jamur hingga 85%. TOR-KOZ optimal (T12) memiliki Tsol–gel 37°C, pH 7,4, viskositas 69,53–7066 cps, mukoadhesivitas 150,64 dyne/cm², kandungan zat aktif pada 99,31%., permeasi 31,141%, retensi 50,11%, non-iritan, serta penurunan koloni 66% secara in vivo selama 14 hari. Kesimpulan. Disimpulkan bahwa DSMN-KOZ dan TOR-KOZ merupakan sistem penghantaran okular minimal invasif, stabil, dengan onset cepat, retensi berkepanjangan, dan efikasi antijamur superior untuk terapi keratitis jamur.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keratitis jamur. Ketokonazole, Kompleks Inklusi, hidroksipropil-β-siklodekstrin, dissolving microneddle, thermoresponsive in situ gel. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Ilmu Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 01:23 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 01:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57923 |
