RUSDI, M (2025) Analisis Komposisi Kimia dan Uji Aktivitas Biologis Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum americanum L.)=Analysis of Chemical Composition and Biological Activity of Essential Oil From Ocimum americanum L. Leaves. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
N013211004-q4a5c1g6eGbl8MD0-20260415100504.jpg
Download (381kB)
N013211004-1-2.pdf
Download (1MB)
N013211004-dp.pdf
Download (716kB)
N013211004-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (12MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Ocimum americanum L. merupakan tanaman aromatik yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Minyak atsirinya diketahui memiliki aktivitas biologis yang dipengaruhi oleh faktor prapanen (umur tanaman, waktu panen) dan pascapanen (proses pengeringan). Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pengeringan, umur tanaman (30,45 dan 60 hari setelah tanam/HST), serta waktu panen (pagi, siang, dan sore) terhadap komposisi kimia, aktivitas antioksidan, antimikroba, dan sitotoksik minyak atsiri daun O. americanum. Metode. Minyak atsiri diperoleh melalui destilasi uap air dan dianalisis menggunakan GC–MS. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, CUPRAC, dan FRAP. Aktivitas antimikroba dievaluasi dengan menggunakan metode difusi agar terhadap Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans, dan Aspergillus niger. Uji sitotoksisitas terhadap sel kanker payudara MCF-7 dilakukan dengan metode MTT. Hasil. Analisis GC–MS menunjukkan bahwa minyak atsiri dari daun segar didominasi oleh geranial, neral, geraniol, dan nerol, sedangkan daun kering mengandung linalool dan metil ester asam lemak yang lebih tinggi. Variasi umur tanaman (30, 45, 60 HST) memengaruhi dominasi neral, geranial, α-bisabolene, kariofilen, kariofilen oksida, linalool, β-copaene, dan trans-α-bergamotene. Waktu panen (pagi, siang, sore) juga memengaruhi komposisi utama terutama neral, geranial, α-bisabolene, kariofilen, linalool, isogeranial, dan isoneral. Aktivitas antioksidan tertinggi pada uji CUPRAC dan FRAP diperoleh dari daun kering (278.23 ± 1.78 mg TE/g; 15.59 ± 0.06 mg TE/g), tanaman umur 60 HST (355.90 ± 0.64 mg TE/g; 35.61 ± 0.27 mg TE/g) dan panen pagi (293.41± 1.28 mg TE/g; 27.44 ± 0.47 mg TE/g). sebaliknya uji DPPH menunjukkan aktivitas tertinggi pada minyak atsiri daun segar (38.05 ± 2.16 mg TE/g), tanaman umur 30 HST (9.21 ± 0.07 mg TE/g) dan panen siang (9.61 ± 0.58 mg TE/g). Aktivitas sitotoksik terkuat terhadap sel MCF-7 ditunjukkan oleh minyak atsiri daun kering (IC50 = 22,91 µg/mL), tanaman umur 45 HST (IC50 = 65,64 ± 2,97 µg/mL) dan panen pagi (IC50 = 65,64 ± 2,97 µg/mL). Minyak atsiri daun kering juga menunjukkan hambatan lebih besar terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus (9.67 ± 0.58 mm), sementara minyak atsiri dari tanaman umur 60 HST dan yang dipanen sore menunjukkan efektivitas tertinggi terhadap Escherichia coli (12.04 ± 0.36 mm dan 11.11 ± 0.84 m) Kesimpulan. Umur tanaman, waktu panen, dan pengeringan terbukti berpengaruh terhadap komposisi kimia serta aktivitas antioksidan, antimikroba, dan sitotoksik minyak atsiri daun O. americanum L. Temuan ini memberikan dasar ilmiah dalam optimasi budidaya dan pengolahan pascapanen untuk memperoleh minyak atsiri dengan nilai terapeutik dan komersial yang optimal.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ocimum americanum, minyak atsiri, komposisi kimia, umur tanaman, waktu panen, aktivitas biologis |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Ilmu Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 01:21 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 01:21 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57922 |
