ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN GANGGUAN KOGNITIF PADA PASIEN HIPERTENSI=ANALYSIS OF RISK FACTORS FOR COGNITIVE IMPAIRMENT AMONG PATIENTS WITH HYPERTENSION


HADJAR, SITI (2025) ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN GANGGUAN KOGNITIF PADA PASIEN HIPERTENSI=ANALYSIS OF RISK FACTORS FOR COGNITIVE IMPAIRMENT AMONG PATIENTS WITH HYPERTENSION. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C038212005-4ibqBXS1IYoEMLOs-20250917113026.jpg

Download (284kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C038212005-1-2.pdf

Download (345kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C038212005-dp.pdf

Download (317kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
C038212005-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Latar Belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, serebrovaskular, dan gangguan kognitif. Penurunan fungsi kognitif pada pasien hipertensi sering tidak disadari, padahal berhubungan erat dengan kualitas hidup dan risiko demensia di kemudian hari Tujuan: Mengetahui prevalensi serta menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan kognitif pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross sectional) pada pasien hipertensi berusia 18–60 tahun yang berobat di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan RS Pendidikan Universitas Hasanuddin mulai Mei 2025. Pemeriksaan fungsi kognitif dilakukan dengan instrumen Montreal Cognitive Assessment–Indonesian Version (MoCA-INA). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik ganda untuk mengetahui faktor risiko independen gangguan kognitif. Hasil: Sebanyak 317 pasien diikutsertakan, terdiri dari 196 perempuan (61,8%) dan 121 laki-laki (38,2%). Sebagian besar berusia <50 tahun (61,5%), dengan lama hipertensi >5 tahun (65,9%), tekanan darah tidak terkontrol (83,3%), serta 36,6% disertai diabetes melitus. Prevalensi gangguan kognitif mencapai 89,3% (283 pasien). Faktor yang berhubungan bermakna dengan gangguan kognitif adalah usia ≥50 tahun (OR=2,86; 95%CI:1,12–7,31; p=0,029) dan tingkat pendidikan rendah (OR=3,06; 95%CI:1,59–5,90; p=0,001). Jenis kelamin, lama hipertensi, kontrol hipertensi, dan diabetes melitus tidak berhubungan signifikan dengan gangguan kognitif. Kesimpulan: Gangguan kognitif sangat tinggi pada pasien hipertensi. Usia lanjut dan tingkat pendidikan rendah merupakan faktor risiko independen yang paling berpengaruh terhadap terjadinya gangguan kognitif, sedangkan jenis kelamin, lama hipertensi, kontrol tekanan darah, dan diabetes melitus tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kata kunci: hipertensi, fungsi kognitif, MoCA-INA, faktor risiko

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: hipertensi, fungsi kognitif, MoCA-INA, faktor risikoSe
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 25 Sep 2026 01:18
Last Modified: 25 Sep 2026 01:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57920

Actions (login required)

View Item
View Item