ASSHIDIQ RAHMAN, MUH. MUADZ ABDI (2026) KUALITAS HIDUP DAN KEPATUHAN PASIEN SKIZOFRENIA SERTA DISTRES PSIKOLOGIS PENDAMPING PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SULAWESI TENGGARA=KUALITAS HIDUP DAN KEPATUHAN PASIEN SKIZOFRENIA SERTA DISTRES PSIKOLOGIS PENDAMPING PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SULAWESI TENGGARA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
N012241020-B1eFCKGJO7y0Zf9o-20260420174415.png
Download (599kB)
N012241020-1-2.pdf
Download (1MB)
N012241020-dp.pdf
Download (454kB)
N012241020-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang berdampak tidak hanya pada pasien, tetapi juga pada pendamping pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas hidup pasien skizofrenia dan pendamping pasien, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya skor utilitas, serta menganalisis hubungan antara tingkat distres psikologis pendamping pasien dan kepatuhan pengobatan pasien. Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross�sectional dengan melibatkan pasien skizofrenia rawat jalan dan pendamping pasien di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Instrumen penelitian meliputi EQ-5D- 5L dan MARS-5 untuk pasien, serta EQ-5D-5L dan PHQ-4 untuk pendamping pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif, bivariat, dan multivariat menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linear berganda. Hasil. Total 248 pasien dan 248 pendamping pasien dilibatkan dalam penelitian ini. Terdapat perbedaan signifikan antara kualitas hidup pasien skizofrenia dan pendamping pasien. Pasien memiliki nilai utilitas rata-rata 0.81 (95% CI 0.80–0.82) dan skor EQ-VAS 83.6, sedangkan pendamping pasien memiliki nilai utilitas 0.76 (95% CI 0.74–0.77) dan skor EQ-VAS 79.8 (p < 0.01). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pada pasien, faktor usia dewasa, penghasilan ≥ UMR, tidak mengalami kekambuhan, dan frekuensi minum obat 1x sehari berhubungan positif dengan kualitas hidup (p < 0.05). Pada pendamping pasien, faktor memiliki pekerjaan, bukan keluarga inti, kondisi pasien yang tidak kambuh saat lupa minum obat, dan tidak distres psikologis berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup (p < 0.05). Selain itu, sebanyak 56.9% pendamping pasien mengalami distres psikologis, dan ditemukan hubungan negatif yang signifikan antara tingkat distres psikologis pendamping pasien dan kepatuhan pengobatan pasien (r = – 0.214, p < 0.05). Kesimpulan. Terdapat perbedaan signifikan antara kualitas hidup pasien dan pendamping pasien, di mana pasien menunjukkan skor utilitas lebih tinggi. Kualitas hidup keduanya dipengaruhi oleh faktor demografis, ekonomi, klinis, dan psikologis. Distres psikologis pendamping pasien berhubungan negatif dengan kepatuhan pengobatan pasien, sehingga peningkatan kesejahteraan pendamping pasien penting untuk mendukung keberhasilan terapi skizofrenia secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | skizofrenia, kualitas hidup, caregiver, distres psikologis, kepatuhan pengobatan |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 01:08 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 01:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57915 |
