Pengaruh Metformin Terhadap Aktivitas Antibakteri Amoksisilin Pada Staphylococcus aureus Secara In Vitro=Effect of Metformin on the Antibacterial Activity of Amoxicillin Againt Staphylococcus aureus In Vitro


YOSANTO, MAWAR AMELIA (2026) Pengaruh Metformin Terhadap Aktivitas Antibakteri Amoksisilin Pada Staphylococcus aureus Secara In Vitro=Effect of Metformin on the Antibacterial Activity of Amoxicillin Againt Staphylococcus aureus In Vitro. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover] Image (cover)
N011221118-zfdeDJqOZPA3GX64-20260413201524.jpg

Download (337kB)
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
N011221118-1-2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
N011221118-dp.pdf

Download (143kB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
N011221118-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK MAWAR AMELIA YOSANTO Pengaruh Metformin Terhadap Aktivitas Antibakteri Amoksisilin Pada Staphylococcus aureus Secara In Vitro (dibimbing oleh Nana Juniarti Natsir Djide) Latar belakang. Bakteri Staphylococcus aureus menjadi masalah yang sangat serius karena peningkatan resistensi bakteri ini terhadap berbagai jenis antibiotik. Modulasi aktivitas antibiotik melalui kombinasi antibiotik dengan obat non-antibiotik dapat menjadi alternatif penanganan masalah resistensi tersebut. Metformin dilaporkan dapat menghambat pertumbuhan berbagai mikroorganisme, salah satunya bakteri S. aureus, sehingga, dapat menjadi kandidat agen modulator. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metformin terhadap aktivitas antibakteri amoksisilin pada S. aureus. Metode. Penentuan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dilakukan menggunakan metode mikrodilusi checkerboard assay. Amoksisilin diuji dalam lima tingkat konsentrasi, yaitu 1 μg/mL hingga 0,0625 μg/mL, sedangkan metformin digunakan pada rentang 500 μM/mL sampai 31,25 μM/mL. Seluruh larutan uji disiapkan melalui pengenceran bertahap dua kali lipat. Nilai Fractional Inhibitory Concentration Index (FICI) serta Faktor Modulasi (FM) dihitung berdasarkan perbandingan KHM pada penggunaan tunggal dan kombinasi. Hasil. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai KHM amoksisilin sebagai agen tunggal sebesar 0,5 μg/mL, sedangkan metformin tunggal tidak dapat menghambat pada semua rentang konsentrasi laruran uji. Pada penggunaan secara kombinasi, KHM amoksisilin menurun menjadi 0,0625 μg/mL dan KHM metformin menjadi 125 μM/mL. Perhitungan selanjutnya menunjukkan nilai faktor modulasi sebesar 8 dan indeks konsentrasi hambat fraksional sebesar ≤0,375. Kesimpulan. Metformin terbukti mampu meningkatkan aktivitas antibakteri amoksisilin terhadap S. aureus, serta kombinasi dari keduanya menunjukkan adanya interaksi sinergis dalam menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Kata kunci: Staphylococcus aureus, amoksisilin, metformin, FICI, faktor modulasi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Staphylococcus aureus, amoksisilin, metformin, FICI, faktor modulasi
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 25 Sep 2026 01:03
Last Modified: 25 Sep 2026 01:03
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57909

Actions (login required)

View Item
View Item