GOSAL, DARREN (2025) PERBANDINGAN RESPONS TERAPI PASIEN LEUKEMIA MIELOID KRONIK YANG MENDAPAT IMATINIB ATAU NILOTINIB=A COMPARISON BETWEEN TREATMENT RESPONSE OF CHRONIC MYELOID LEUKEMIA PATIENTS RECEIVING IMATINIB OR NILOTINIB. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C015211004-N5UolKsFMItgku9S-20250919111520.jpg
Download (318kB)
C015211004-1-2.pdf
Download (1MB)
C015211004-dp.pdf
Download (137kB)
C015211004-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 September 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Leukemia Mieloid Kronik (LMK) adalah neoplasma mieloproliferatif yang disebabkan oleh gen fusi BCR–ABL1. Inhibitor tirosin kinase (TKIs), seperti imatinib dan nilotinib, telah mengubah pengelolaan LMK dengan secara signifikan meningkatkan respons hematologis dan molekuler. Namun, data dunia nyata dari negara-negara berpendapatan rendah hingga menengah, termasuk Indonesia, masih terbatas. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi respons terapi berupa respons hematologis setelah tiga bulan terapi TKI pada pasien LMK dan menilai pengaruh faktor demografis dan klinis terhadap hasil pengobatan. Metode: Studi kohort retrospektif dilakukan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, dengan meninjau catatan medis 43 pasien dewasa LMK yang diobati dengan imatinib atau nilotinib dari Januari hingga Desember 2024. Parameter hematologi dianalisis pada baseline dan setiap bulan selama tiga bulan. Hubungan antara respons pengobatan dan karakteristik pasien dievaluasi menggunakan GLM-Repeated Measures dan MANOVA. Hasil: Kedua regimen TKI secara signifikan memperbaiki parameter hematologi (p < 0,001), dengan penurunan jumlah leukosit dan peningkatan hemoglobin dan hematokrit. Tidak ditemukan interaksi signifikan antara waktu dan jenis pengobatan (p > 0,05), menunjukkan efektivitas yang sebanding. Pasien yang menerima nilotinib menunjukkan tingkat respons lengkap yang lebih tinggi (60%) dibandingkan dengan yang menerima imatinib (32,1%), meskipun tidak signifikan secara statistik (p = 0,078). Berat badan dan IMT secara signifikan mempengaruhi perbaikan hematologi (p < 0,05). Kesimpulan: Imatinib dan nilotinib keduanya secara efektif menginduksi respons hematologis pada pasien LMK. Meskipun nilotinib menunjukkan kecenderungan hasil yang lebih baik, kesetaraan statistik menunjukkan keduanya tetap menjadi opsi yang layak. IMT merupakan prediktor penting respons, menyoroti kebutuhan akan strategi pengobatan yang disesuaikan secara individual. Studi berskala besar dengan masa tindak lanjut yang lebih lama diperlukan untuk mengonfirmasi manfaat jangka panjang dan menyempurnakan terapi yang disesuaikan dengan pasien.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Leukemia Mieloid Kronik, Imatinib, Nilotinib, Respons Terapi |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 07:08 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 07:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57888 |
