Analisis waktu tunggu pelayanan obat rawat jalan dengan menggunakan lean six sigma di RSUD Sayang Rakyat Makassar


SYAHRIR, ANNISA (2025) Analisis waktu tunggu pelayanan obat rawat jalan dengan menggunakan lean six sigma di RSUD Sayang Rakyat Makassar. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K022231016-sMJ7YiR2BaUXp0hA-20250911085431.jpeg] Image
K022231016-sMJ7YiR2BaUXp0hA-20250911085431.jpeg

Download (56kB)
[thumbnail of K022231016-1-2.pdf] Text
K022231016-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of K022231016-dp.pdf] Text
K022231016-dp.pdf

Download (191kB)
[thumbnail of K022231016-fulll.pdf] Text
K022231016-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

atar Belakang. Penerapan Lean Six Sigma menjadi metode yang efektif dalam mengurangi pemborosan di fasilitas pelayanan kesehatan. Lean Six Sigma adalah pendekatan yang menggabungkan pemikiran Lean dan metodologi Six Sigma yang telah digunakan secara luas dalam industri produksi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses. Dalam konteks pelayanan farmasi rumah sakit, penerapan Lean Six Sigma terbukti dapat mengidentifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah (waste), mengoptimalkan alur kerja, serta mempercepat proses pelayanan obat. Tujuan. Untuk menganalisis Menganalisis waktu tunggu pelayanan obat rawat jalan dengan menggunakan Lean Six Sigma di Instalasi Farmasi RSUD Sayang Rakyat Makassar. Metode: Metode yang digunakan adalah kombinasi kuantitatif dan kualitatif dengan desain Sequential Explanatory, Data kuantitatif diperoleh dari observasi terhadap 169 resep pasien rawat jalan dan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 9 informan. Hasil: Hasil Value Stream Mapping menunjukkan untuk obat non racikan aktivitas bernilai tambah (VA) sebesar 13,46% dan non value added (NVA 1) 26,23%; (NVA 2) 55,90% untuk obat racikan (VA) 18,62% dan (NVA 1) 19,15%; (NVA 2) 49,53%. Ditemukan satu jenis waste tertinggi, yaitu waiting pada proses peracikan obat. Analisis fishbone digunakan untuk menganalisis akar masalah, ditemukan lima bagian penyebab masalah yaitu man (petugas tidak mendapatkan pelatihan, kurang pengalaman, kurang koordinasi antar petugas), material (ketersediaan obat yang kurang, wadah peracikan tidak siap pakai). environment (tata letak apotek tidak efisien, area kerja sempit), method (flowchart alur pelayanan tidak ada, alur kerja tidak efisien, jadwal dokter tidak efektif, dan antrian tidak tertib), dan machine (Software sering bermasalah). Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan usulan perbaikan. Kesimpulan: Waktu tunggu belum memenuhi standar karena tingginya aktivitas yang tidak bernilai tambah. Rekomendasi perbaikan mencakup pengembangan dan pengoptimalan SIMRS, pelatihan pada petugas pembuatan flowchart alur pelayanan, pembuatan job description petugas, analisis kekosongan obat, analisis beban kerja, relayout denah farmasi, dan standarisasi pekerjaan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Rumah Sakit
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 24 Sep 2026 06:18
Last Modified: 24 Sep 2026 06:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57874

Actions (login required)

View Item
View Item