ANALISIS BIOIMPEDANSI SEBAGAI PARAMETER TARGET DERESUSITASI PADA PASIEN SYOK SEPSIS DI RUANG PERAWATAN INTENSIF = BIOIMPEDANCE ANALYSIS AS A TARGET PARAMETER FOR DERESUSCITATION IN PATIENTS WITH SEPSIS SHOCK IN THE INTENSIVE CARE ROOM


RAUF, RESKY HUDAYA RUSNI (2026) ANALISIS BIOIMPEDANSI SEBAGAI PARAMETER TARGET DERESUSITASI PADA PASIEN SYOK SEPSIS DI RUANG PERAWATAN INTENSIF = BIOIMPEDANCE ANALYSIS AS A TARGET PARAMETER FOR DERESUSCITATION IN PATIENTS WITH SEPSIS SHOCK IN THE INTENSIVE CARE ROOM. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C135212010-TcgFtZNuJ8qxEi1I-20260521202236.jpeg

Download (165kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C135212010-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C135212010-dp.pdf

Download (96kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
C135212010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 September 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Sepsis merupakan disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat respons tubuh yang tidak teratur terhadap infeksi, sedangkan syok sepsis merupakan bentuk paling berat dari sepsis yang ditandai dengan hipotensi persisten sehingga memerlukan vasopresor untuk mempertahankan mean arterial pressure (MAP) ≥65 mmHg dan kadar laktat serum >2 mmol/L meskipun telah dilakukan resusitasi cairan yang adekuat. Syok sepsis masih menjadi salah satu penyebab utama perawatan pasien di ruang perawatan intensif dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Resusitasi cairan dini dan agresif merupakan terapi utama pada pasien syok sepsis untuk memperbaiki volume intravaskular, meningkatkan curah jantung, dan mengoptimalkan perfusi jaringan. Namun, pemberian cairan yang berlebihan dapat menyebabkan overload cairan yang berujung pada edema interstisial, gangguan perfusi organ, kongesti paru, cedera ginjal akut, perpanjangan penggunaan ventilator mekanik, dan peningkatan mortalitas. Kesadaran terhadap dampak buruk overload cairan menyebabkan perubahan strategi tata laksana cairan menuju pendekatan yang lebih konservatif setelah fase resusitasi awal. Konsep deresusitasi merupakan upaya aktif untuk mengeluarkan kelebihan cairan yang telah terakumulasi setelah kondisi hemodinamik pasien stabil. Pemantauan status cairan yang tepat pada fase deresusitasi sangat penting untuk mencegah hipovolemia maupun kelebihan cairan yang persisten. Metode konvensional untuk menilai status cairan seperti tekanan vena sentral (CVP), pemeriksaan edema, dan keseimbangan cairan kumulatif memiliki berbagai keterbatasan serta belum mampu menggambarkan distribusi cairan tubuh secara menyeluruh. Bioimpedance Analysis (BIA) merupakan metode non-invasif, cepat, dan objektif yang dapat mengukur total cairan tubuh, cairan ekstraseluler, serta cairan intraseluler. Penggunaan BIA pada pasien kritis mulai berkembang sebagai alat untuk menilai status cairan dan memandu terapi cairan. Namun, penelitian mengenai hubungan parameter BIA dengan parameter konvensional penilaian cairan pada fase deresusitasi pasien syok sepsis masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter Bioimpedance Analysis dengan tekanan vena sentral, derajat edema, dan keseimbangan cairan kumulatif pada pasien syok sepsis fase deresusitasi di ruang perawatan intensif. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menilai potensi BIA sebagai parameter target dalam pemantauan terapi cairan selama fase deresusitasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan pada pasien syok sepsis yang menjalani fase deresusitasi di ruang perawatan intensif. Subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan pemeriksaan Bioimpedance Analysis untuk menilai komposisi cairan tubuh, terutama parameter cairan ekstraseluler. Penilaian klinis berupa pengukuran tekanan vena sentral, derajat edema, dan keseimbangan cairan kumulatif dilakukan secara bersamaan. Hubungan antara parameter BIA dengan CVP, derajat edema, dan keseimbangan cairan kumulatif dianalisis menggunakan uji statistik yang sesuai. Analisis receiver operating characteristic (ROC) juga dilakukan untuk menentukan nilai cut-off parameter BIA dalam memprediksi keberhasilan fase deresusitasi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara parameter Bioimpedance Analysis dengan indikator status cairan konvensional pada pasien syok sepsis fase deresusitasi. Peningkatan nilai cairan ekstraseluler yang diukur menggunakan BIA berhubungan dengan peningkatan tekanan vena sentral, derajat edema yang lebih tinggi, dan keseimbangan cairan kumulatif yang lebih positif. Pasien dengan akumulasi cairan yang lebih besar menunjukkan nilai parameter cairan ekstraseluler BIA yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pasien dengan akumulasi cairan yang lebih rendah. Selain itu, parameter BIA menunjukkan kemampuan yang baik dalam memprediksi keberhasilan fase deresusitasi berdasarkan indikator klinis dan hemodinamik. Hasil ini menunjukkan bahwa BIA mampu menggambarkan perubahan distribusi cairan yang terjadi selama fase deresusitasi dan dapat memberikan informasi objektif tambahan dibandingkan metode pemantauan konvensional. Kesimpulan: Bioimpedance Analysis memiliki hubungan yang bermakna dengan tekanan vena sentral, derajat edema, dan keseimbangan cairan kumulatif pada pasien syok sepsis fase deresusitasi. BIA berpotensi menjadi alat non-invasif yang bermanfaat dalam menilai status cairan dan memandu strategi pengeluaran cairan pada pasien kritis. Penggunaan BIA dapat meningkatkan akurasi pemantauan selama fase deresusitasi serta mendukung tata laksana cairan yang lebih individual pada pasien syok sepsis di ruang perawatan intensif.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: syok sepsis, deresusitasi, Bioimpedance Analysis, tekanan vena sentral, edema, keseimbangan cairan kumulatif, ruang perawatan intensif.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 24 Sep 2026 05:51
Last Modified: 24 Sep 2026 05:51
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57863

Actions (login required)

View Item
View Item