TANRI, RYAN EKA (2026) Peran Ketamin Preventif Untuk Pencegahan Nyeri Kronik Pascabedah Laparotomi Histerektomi: Tinjauan Terhadap Kadar Glutamat, Intensitas Nyeri Akut Pascabedah, Douleur Neuropathique 4 (DN4) = The Role of Preventive Ketamine in the Prevention of Chronic Postsurgical Pain After Total Hysterectomy Laparotomy Assessment of Glutamate Levels, Acute Postoperative Pain, and DN4 Scores. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
C135211011-FnwrhcY3RgIJHKpA-20260521155522.jpg
Download (81kB)
C135211011-1-2.pdf
Download (561kB)
C135211011-dp.pdf
Download (182kB)
C135211011-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 September 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Nyeri pascaoperasi kronis (Chronic Postsurgical Pain/CPSP) masih menjadi masalah signifikan setelah operasi abdomen mayor, termasuk laparotomi histerektomi, dan berhubungan erat dengan sensitisasi sentral yang dimediasi oleh glutamat dan aktivasi reseptor NMDA. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek pemberian ketamin preventif terhadap kadar glutamat serum, intensitas nyeri pascaoperasi akut, dan kejadian nyeri pascaoperasi kronis. Metode: Penelitian ini merupakan uji acak terkontrol tersamar ganda (randomized double blind controlled trial) yang melibatkan 39 pasien yang menjalani laparotomi histerektomi elektif dengan anestesi spinal. Partisipan dibagi secara acak menjadi kelompok ketamin preventif dan kelompok plasebo. Kadar glutamat serum diukur sebelum operasi, pada 6 jam dan 24 jam pascaoperasi, serta 3 bulan setelah operasi. Intensitas nyeri pascaoperasi akut dinilai menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan nyeri pascaoperasi kronis dievaluasi menggunakan kuesioner Douleur Neuropathique 4 (DN4). Hasil: Pemberian ketamin preventif secara signifikan menurunkan kadar glutamat serum pada 6 jam (p = 0,014) dan 24 jam (p = 0,012) pascaoperasi dibandingkan kelompok kontrol, meskipun tidak ditemukan perbedaan bermakna pada 3 bulan pascaoperasi. Kelompok ketamin menunjukkan skor NRS yang lebih rendah secara signifikan baik saat istirahat maupun bergerak selama 24 jam pertama pascaoperasi (p < 0,001). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada skor DN4 maupun insiden CPSP setelah 3 bulan antara kedua kelompok. Namun, ditemukan korelasi signifikan antara intensitas nyeri pascaoperasi dini dengan skor DN4 jangka panjang. Profil keamanan ketamin dapat diterima tanpa efek samping mayor. Kesimpulan: Ketamin preventif efektif menurunkan intensitas nyeri pascaoperasi akut dan peningkatan kadar glutamat serum pada periode awal pascaoperasi. Namun, efeknya dalam mencegah nyeri pascaoperasi kronis belum mencapai signifikansi statistik, meskipun terdapat kecenderungan penurunan insiden CPSP pada kelompok ketamin.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Ketamin, nyeri pascaoperasi, glutamat, nyeri pascaoperasi kronis, DN4, histerektomi, analgesia preventif. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 05:48 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 05:48 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57861 |
