HUSAIN, RESKI NURSYIFAH (2024) FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SINJAI TAHUN 2024. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K022231025-kExB3hUen1fQg5J4-20250929160115.jpg
Download (350kB)
K022231025-1-2.pdf
Download (567kB)
K022231025-dp.pdf
Download (121kB)
K022231025-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Insiden Keselamatan Pasien (IKP) merupakan salah satu indikator penting dalam mutu layanan rumah sakit dan bagian dari program keselamatan pasien yang wajib dilaporkan oleh seluruh tenaga kesehatan. Pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) merupakan elemen penting dalam mewujudkan budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Meskipun jumlah laporan IKP di RSUD Sinjai mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024, distribusi pelapor masih didominasi oleh perawat, sementara tenaga kesehatan non-perawat menunjukkan tingkat pelaporan yang sangat rendah. Fenomena ini mengindikasikan perlunya kajian mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pelaporan IKP.Tujuan Penelitian: Untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pelaporan insiden keselamatan pasien di RSUD Kabupaten Sinjai, yang mencakup aspek pengetahuan, persepsi, budaya organisasi, kebijakan dan sumber daya manusia. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang terdiri dari berbagai profesi tenaga kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan pemetaan tematik melalui perangkat lunak NVivo.Hasil: Ditemukan bahwa perilaku pelaporan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan tentang jenis insiden, persepsi terhadap konsekuensi pelaporan, adanya budaya menyalahkan (blaming culture), kurangnya pelatihan, tidak meratanya sosialisasi sistem pelaporan seperti barcode IKP, serta lemahnya dukungan manajerial dan supervisi internal. Pelaporan masih dianggap sebagai tanggung jawab profesi tertentu, khususnya perawat, sementara tenaga kesehatan non-perawat menunjukkan partisipasi yang rendah. Kesimpulan: Pelaporan insiden keselamatan pasien di RSUD Sinjai belum sepenuhnya menjadi budaya kolektif lintas profesi. Faktor individu dan organisasi secara bersama memengaruhi perilaku pelaporan. Diperlukan upaya manajerial melalui pelatihan rutin, perbaikan sistem pelaporan yang inklusif, serta penguatan budaya non-punitif untuk mendorong pelaporan insiden sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Rumah Sakit |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 03:57 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 03:57 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57849 |
