ANALISIS SHIFT KERJA, BEBAN KERJA DAN KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP TEKANAN DARAH MELALUI KELELAHAN KERJA PADA OPERATOR ANGKAT DAN ANGKUT TERMINAL PETI KEMAS NEW MAKASSAR


AMALIA, ARFANI (2025) ANALISIS SHIFT KERJA, BEBAN KERJA DAN KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP TEKANAN DARAH MELALUI KELELAHAN KERJA PADA OPERATOR ANGKAT DAN ANGKUT TERMINAL PETI KEMAS NEW MAKASSAR. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K032231020-UIDfbp2NqVKQ80Lx-20250915103649.jpg] Image
K032231020-UIDfbp2NqVKQ80Lx-20250915103649.jpg

Download (522kB)
[thumbnail of K032231020-1-2.pdf] Text
K032231020-1-2.pdf

Download (405kB)
[thumbnail of K032231020-dp.pdf] Text
K032231020-dp.pdf

Download (140kB)
[thumbnail of K032231020-fullll.pdf] Text
K032231020-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Gangguan kesehatan akibat kerja, termasuk penyakit fisik, mental, dan kardiovaskular seperti hipertensi dan hipotensi, semakin meningkat akibat faktor-faktor pekerjaan seperti beban kerja, shift kerja, dan kebiasaan merokok, yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas pekerja. Tujuan. mengkaji shift kerja, beban kerja, dan kebiasaan merokok terhadap tekanan darah melalui kelelahan kerja pada operator angkat angkut Terminal Peti Kemas New Makassar. Metode. Studi kuantitatif dengan desain observasi analitik dan pendekatan cross-sectional dilakukan di PT Pelindo New Makassar Container Terminal antara Januari hingga Maret 2025. Sampel terdiri dari 170 operator, dan data dianalisis menggunakan uji chi-kuadrat dan regresi logistik dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shift kerja dan beban kerja fisik serta mental berpengaruh langsung terhadap kelelahan kerja, sementara kebiasaan merokok berpengaruh langsung terhadap tekanan darah, tetapi tidak ada pengaruh langsung shift kerja dan beban kerja fisik terhadap tekanan darah. Selain itu, beban kerja fisik dan mental memengaruhi tekanan darah sistolik dan diastolik melalui kelelahan kerja. Kesimpulan. Pekerja harus menetapkan rutinitas tidur yang konsisten, menerapkan prinsip ergonomis untuk mengelola beban kerja fisik, mendukung kesejahteraan mental melalui istirahat yang cukup, dan meminimalkan merokok untuk mengurangi risiko kesehatan. Di sisi organisasi, perusahaan harus menerapkan jadwal shift yang adil, melakukan penilaian beban kerja fisik bekerja sama dengan pakar ergonomi, menawarkan layanan dukungan psikologis, dan menegakkan peraturan merokok yang jelas di tempat kerja.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 24 Sep 2026 03:39
Last Modified: 24 Sep 2026 03:39
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57839

Actions (login required)

View Item
View Item