HUBUNGAN ANTARA KADAR VITAMIN D SERUM DARAH TALI PUSAT DENGAN MANIFESTASI KLINIS DINI ALERGI PADA BAYI USIA 3 BULAN = ASSOCIATION BETWEEN CORD BLOOD SERUM VITAMIN D LEVELS AND EARLY CLINICAL MANIFESTATIONS OF ALLERGY IN 3-MONTH-OLD INFANTS


DAVIS, L. M. ISVAN (2026) HUBUNGAN ANTARA KADAR VITAMIN D SERUM DARAH TALI PUSAT DENGAN MANIFESTASI KLINIS DINI ALERGI PADA BAYI USIA 3 BULAN = ASSOCIATION BETWEEN CORD BLOOD SERUM VITAMIN D LEVELS AND EARLY CLINICAL MANIFESTATIONS OF ALLERGY IN 3-MONTH-OLD INFANTS. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C105212005-GVOi3UFycaLS9qQ1-20260505212901.jpg

Download (356kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C105212005-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C105212005-dp.pdf

Download (657kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
C105212005-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 September 2028.

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang : Manifestasi klinis alergi pada awal kehidupan dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor genetik, asupan nutrisi prenatal, dan paparan lingkungan. Vitamin D dikenal memiliki peran imunomodulasi penting, namun hubungan antara kadar vitamin D darah tali pusat dengan kejadian alergi dini masih terus diteliti. Tujuan: Menganalisis hubungan antara kadar vitamin D serum darah tali pusat terhadap manifestasi klinis dini alergi pada bayi usia 3 bulan. Metode: Penelitian dilakukan dengan desain kohort prospektif terhadap 87 bayi. Kadar vitamin D (25(OH)D) diukur dari serum darah tali pusat saat lahir. Manifestasi klinis alergi dipantau selama 3 bulan pertama kehidupan. Analisis data menggunakan uji Fishers Exact dan regresi logistik multivariat untuk menentukan adjusted Odds Ratio (aOR). Hasil: Distribusi status vitamin D darah tali pusat adalah sufisiensi 16 bayi (18.4%), insufisiensi 48 bayi (55.2%), dan defisiensi 23 bayi (26.4%). Manifestasi klinis dini alergi yang paling dominan ditemukan adalah gejala berlendir (snuffles), berhubungan signifikan dengan rendahnya kadar vitamin D serum darah tali pusat (p=0.012). Analisis multivariat menunjukkan kadar vitamin D merupakan faktor risiko paling dominan terhadap adanya gejala alergi. Bayi dengan status defisiensi vitamin D memiliki risiko 18,45 kali lebih tinggi untuk mengalami gejala alergi dibandingkan kelompok sufisiensi (95% CI: 2.45-136.83; p=0.005). Selain itu, paparan asap rokok secara signifikan meningkatkan risiko manifestasi klinis alergi sebesar 3.74 kali (95% CI: 1.106-13.208 ; p=0.04). Sebaliknya, tidak adanya asupan multivitamin selama kehamilan memiliki efek protektif terhadap timbulnya gejala alergi (aOR=0.09; 95% CI: 0.017-0.495 ; p=0.006). Kesimpulan: Kadar vitamin D darah tali pusat yang rendah dan paparan asap rokok merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian manifestasi klinis dini alergi pada bayi. Sebaliknya, tidak adanya asupan multivitamin prenatal ditemukan sebagai faktor protektif.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Vitamin D, Darah Tali Pusat, Manifestasi Klinis Alergi, Bayi
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kesehatan Anak
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 24 Sep 2026 03:02
Last Modified: 24 Sep 2026 03:02
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57824

Actions (login required)

View Item
View Item