RUSMAN, RESHA DERMAWANSYAH (2026) ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PENGUKURAN KEKAKUAN LIMPA DENGAN KEJADIAN VARISES ESOFAGUS PADA PASIEN PENYAKIT HATI KRONIK TAHAP LANJUT = ANALYSIS OF THE ASSOCIATION BETWEEN SPLEEN STIFFNESS MEASUREMENT AND ESOPHAGEAL VARICES STATUS IN PATIENTS WITH ADVANCED CHRONIC LIVER DISEASE. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
C038232007-NwI7bvFAcs6GKqin-20260525094139.jpg
Download (271kB)
C038232007-1-2.pdf
Download (2MB)
C038232007-dp.pdf
Download (52kB)
C038232007-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 February 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Varises esofagus merupakan komplikasi utama hipertensi portal pada penyakit hati kronik tahap lanjut (ACLD) dan berisiko menimbulkan perdarahan saluran cerna yang fatal. Endoskopi sebagai baku emas bersifat invasif, sedangkan liver stiffness measurement (LSM) memiliki keterbatasan akurasi terutama pada grey zone. Pengukuran kekakuan limpa (spleen stiffness measurement/SSM) secara patofisiologis mencerminkan kongesti limpa akibat hipertensi portal secara lebih langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan SSM dengan kejadian dan derajat varises esofagus pada populasi Indonesia yang didominasi etiologi hepatitis B. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar terhadap 485 pasien ACLD yang dipilih secara consecutive sampling. SSM diukur menggunakan vibration-controlled transient elastography 100 Hz dengan cut-off 40 kPa, sedangkan varises esofagus dinilai melalui endoskopi menurut klasifikasi NIEC. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square, korelasi Spearman, regresi logistik multivariat, dan analisis kurva ROC dengan kemaknaan p<0,05. Hasil: Mayoritas subjek laki-laki (59,4%) dengan median usia 50 tahun dan etiologi hepatitis B terbanyak (71,1%). Varises esofagus ditemukan pada 197 subjek (40,6%). Median SSM kelompok dengan varises jauh lebih tinggi dibandingkan tanpa varises (58,20 vs 19,75 kPa; p<0,001). SSM merupakan faktor independen paling dominan (OR=2,3 per kenaikan 10 kPa; 95%CI 1,95–2,68; p<0,001), bersama usia (OR=1,04; p=0,004) dan trombositopenia (OR=2,1; p=0,010). Cut-off SSM ≥40 kPa menghasilkan sensitivitas 87,3%, spesifisitas 95,5%, dan AUC 0,912 (95%CI 0,880–0,943). SSM juga berkorelasi positif kuat dengan derajat varises esofagus (ρ=0,639; p<0,001). Kesimpulan: Pengukuran kekakuan limpa berhubungan signifikan dengan kejadian maupun derajat varises esofagus pada pasien penyakit hati kronik tahap lanjut. SSM dengan cut-off 40 kPa menunjukkan akurasi diagnostik tinggi dan berpotensi sebagai alat skrining non- invasif untuk mengurangi endoskopi yang tidak perlu.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | penyakit hati kronik tahap lanjut, varises esofagus, kekakuan limpa, spleen stiffness measurement, hipertensi portal |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 02:34 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 02:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57804 |
