DETEKSI CPV-2 (CANINE PARVOVIRUS TYPE 2) PADA ANJING SUSPECT PARVOVIRUS DI KLINIK HEWAN KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN RAPID TEST DAN PCR = Detection of CPV-2 (Canine Parvovirus Type 2) in Dogs Suspected of Parvovirus at the Makassar City Animal Clinic Using Rapid Test and PCR


HIDAYAT, NAURAH KAYLA (2026) DETEKSI CPV-2 (CANINE PARVOVIRUS TYPE 2) PADA ANJING SUSPECT PARVOVIRUS DI KLINIK HEWAN KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN RAPID TEST DAN PCR = Detection of CPV-2 (Canine Parvovirus Type 2) in Dogs Suspected of Parvovirus at the Makassar City Animal Clinic Using Rapid Test and PCR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C031221064-05zH8euvnMA2qpyC-20260509165726.png

Download (56kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C031221064-1-2.pdf

Download (427kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C031221064-dp.pdf

Download (197kB)
[thumbnail of Full teks] Text (Full teks)
C031221064-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 September 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Canine Parvovirus tipe 2 (CPV-2) merupakan salah satu penyebab utama gastroenteritis akut pada anjing dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama pada anjing muda yang belum divaksinasi. Diagnosis yang cepat dan akurat diperlukan untuk mendukung penanganan klinis serta mencegah penyebaran penyakit. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pemeriksaan rapid test dan Polymerase Chain Reaction (PCR) pada anjing suspek parvovirus di klinik hewan wilayah Makassar– serta menggambarkan kesesuaian kedua metode tersebut. Metode. Penelitian dilakukan pada September 2025–Januari 2026 menggunakan 5 sampel feses anjing suspek CPV yang diperiksa dengan rapid test antigen. Sebanyak 5 sampel dipilih untuk konfirmasi menggunakan PCR konvensional dengan target gen VP2 (974 bp), dilanjutkan dengan elektroforesis gel agarosa. Hasil. Seluruh 5 sampel menunjukkan hasil positif pada rapid test. Lima sampel yang diuji menggunakan PCR juga menunjukkan pita DNA spesifik pada ukuran 974 bp, sehingga dinyatakan positif CPV-2. Hasil ini menunjukkan adanya kesesuaian antara rapid test dan PCR pada sampel yang diperiksa. Kesimpulan. Rapid test dapat digunakan sebagai metode skrining awal yang praktis dan cepat, sedangkan PCR berperan sebagai metode konfirmasi dengan sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi dalam mendeteksi infeksi CPV-2 pada anjing di wilayah Makassar

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Canine Parvovirus; CPV-2; rapid test; PCR; anjing; diagnosis
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Profesi Dokter Hewan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 24 Sep 2026 02:31
Last Modified: 24 Sep 2026 02:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57802

Actions (login required)

View Item
View Item