IBESSE, IBESSE (2025) Efektivitas Biolarvasida Daun Pepaya Dalam Pengendalian Vektor Dbd Di Lingkungan Pasar Pabaeng-Baeng Kota Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K062241011-svjP3pudI57J91wX-20251008173758.jpg
Download (410kB)
K062241011-1-2.pdf
Download (531kB)
K062241011-dp.pdf
Download (207kB)
K062241011-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebaran virus dengue penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Upaya pengendalian vektor umumnya menggunakan larvasida kimia, namun penggunaan secara terus-menerus dapat menyebabkan resistensi dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif ramah lingkungan seperti biolarvasida dari daun pepaya (Carica Papaya L.) yang mengandung senyawa bioaktif berpotensi larvasida. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun pepaya sebagai biolarvasida dalam pengendalian larva Aedes sp di laboratorium dan lingkungan Pasar Pabaeng-baeng, Kota Makassar. Metode. Penelitian quasi eksperimen laboratorium dan uji lapangan dengan desain post-test only control group dengan jumlah larva instar III–IV (n = 900) dengan 450 larva uji laboratorium dan 450 larva uji lapangan dipaparkan pada ekstrak daun pepaya 10%, 20%, 30%, kontrol negatif aquadest dan Etanol 96% serta kontrol positif abate. Mortalitas diamati hingga 24 jam. Data mortalitas larva dianalisis menggunakan uji probit untuk memperoleh nilai lethal concentration (LC₅₀, LC₉₀, dan LC₉₉)serta lethal time (LT₅₀, LT₉₀, LT₉₉). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas larva meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi ekstrak dan lamanya waktu paparan. Pada uji laboratorium, konsentrasi 30% ekstrak daun pepaya menyebabkan kematian 62,66% dalam 24 jam. Sedangkan uji lapangan, ekstrak daun pepaya menyebabkan kematian 60% dalam 24 jam. Nilai (Lethal concentration) LC pada percobaan laboratorium yaitu LC₅₀ diperoleh sebesar 31,041%, LC₉₀ sebesar 49,866%, dan LC₉₉ sebesar 73,389%. Sedangkan nilai LC pada percobaan lapangan yaitu LC₅₀ diperoleh sebesar 29,995%, LC₉₀ sebesar 58,241%, dan LC₉₉ sebesar 100,40%. Nilai Lethal Time (LT) percobaan lapangan yaitu LT₅₀ diperoleh sebesar 32,314 menit, LT₉₀ sebesar 70,687 menit , dan LT₉₉ sebesar 1333,811 menit. Perbedaan mortalitas antar perlakuan signifikan (p < 0,05). Kesimpulan. Ekstrak daun pepaya efektif membunuh larva Aedes aegypti di lingkungan pasar dan berpotensi sebagai biolarvasida
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 00:55 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 00:55 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57787 |
